Wednesday, December 6, 2017

Review Control Objective for Information and related Technology (COBIT)



Nama               : (1) Arga Widya Pratama       (11114523)
                          (2) Enggar Triyasto P.          (13114578)
                          (3) Fikri Ardiansyah             (14114214)
                          (4) Rafika                              (18114745)
Kelas               : 4KA06
Kelompok       : 5
Review Control Objective for Information and related Technology (COBIT)

A.    Sejarah Singkat COBIT
Control Objective for Information and related Technology atau COBIT pertama kali diterbitkan pada tahun 1996, kemudian edisi kedua dari COBIT diterbitkan pada tahun 1998. Pada tahun 2000 dirilis COBIT 3.0 dan COBIT 4.0 pada tahun 2005. Kemudian COBIT 4.1 dirilis pada tahun 2007 dan saat ini COBIT yang terakhir dirilis adalah COBIT 5.0 yang dirilis pada tahun 2012.
COBIT merupakan kombinasi dari prinsip-prinsip yang telah ditanamkan yang dilengkapi dengan balance scorecard dan dapat digunakan sebagai acuan model (seperti COSO) dan disejajarkan dengan standar industri, seperti ITIL, CMM, BS779, ISO 9000.
COBIT sendiri memiliki 4 cakupan domain, yaitu;
1.      Perencanaan dan organisasi (plan and organise)
2.      Pengadaan dan implementasi (acquire and implement)
3.      Pengantaran dan dukungan (deliver and support)
4.      Pengawasan dan evaluasi (monitor and evaluate)
Maksud utama COBIT ialah menyediakan kebijakan yang jelas dan good practice untuk IT governance, membantu manajemen senior dalam memahami dan mengelola risiko-risiko yang berhubungan dengan IT. COBIT juga menyediakan kerangka IT governance dan petunjuk control objective yang detail untuk manajemen, pemilik proses bisnis, user dan auditor.

B.     Kriteria Informasi berdasarkan COBIT
Untuk memenuhi tujuan bisnis, informasi perlu memenuhi kriteria tertentu, adapun 7 (tujuh) kriteria informasi yang menjadi perhatian COBIT, yaitu sebagai berikut:
1.      Effectiveness (Efektivitas)
Informasi yang diperoleh harus relevan dan berkaitan dengan proses bisnis, konsisten dapat dipercaya, dan tepat waktu.
2.      Effeciency (Efisiensi)
Penyediaan informasi melalui penggunaan sumber daya (yang paling produktif dan ekonomis) yang optimal.
3.      Confidentially (Kerahasiaan)
Berkaitan dengan proteksi pada informasi penting dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak otorisasi/tidak berwenang.
4.      Intergrity (Integritas)
Berkaitan dengan keakuratan dan kelengkapan data/informasi dan tingkat validitas yang sesuai dengan ekspetasi dan nilai bisnis.
5.      Availability (Ketersediaan)
Fokus terhadap ketersediaan data/informasi ketika diperlukan dalam proses bisnis, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Ini juga terkait dengan pengamanan atas sumber daya yang diperlukan dan terkait.
6.      Compliance (Kepatuhan)
Pemenuhan data/informasi yang sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan, dan rencana perjanjian/kontrak untuk proses bisnis.
7.      Reliability (Handal)
Fokus pada pemberian informasi yang tepat bagi manajemen untuk mengoperasikan perusahaan dan pemenuhan kewajiban mereka untuk membuat laporan keuangan.

Wednesday, November 1, 2017

Review Audit Command Language (ACL) versi 9


Nama               : (1) Arga Widya Pratama    (11114523)
                           (2) Enggar Triyasto P.       (13114578)
                           (3) Fikri Ardiansyah          (14114214)
                           (4) Rafika                           (18114745)
Kelas               : 4KA06
Kelompok       : 5

      A.    Apa itu Audit Command Language (ACL)?
Audit Command Language (ACL) adalah software (perangkat lunak) untuk mengekstrasi dan menganalisis data yang digunakan untuk mencegah dan mendeteksi kecurangan. Dengan sampling data yang besar, ACL digunakan untuk menemukan berbagai penyelewengan atau pola dalam transaksi yang dapat mengindikasikan adanya kelemahan pengendalian atau kecurangan. Kecurangan itu sendiri dapat dilakukan dalam tiga bentuk, yaitu kecurangan dalam laporan keuangan (dilakukan oleh pihak manajemen), korupsi, dan penyalahgunaan asset (dilakukan oleh karyawan). Untuk dapat mendeteksi berbagai kecurangan itu, auditor harus mempunyai pemahaman yang baik atas pengendalian internal yang diterapkan oleh perusahaan beserta kelemahan-kelemahannya. Dengan demikian, auditor dapat mengembangkan profil kecurangan untuk mengidentifikasi berbagai karakteristik data yang diperkirakan memiliki skema kecurangan jenis tertentu.

B.     Perusahaan apa yang membuat Audit Command Language (ACL)?
Prof Hart J. Will yang mengembangkan aplikasi ACL ini. Dikembangkannya ACL ini dimulai pada tahun 1970-an. Hart tidak sendiri mengembangkan aplikasi ini. Dia mengembangkan ACL ini melalui perusahaan yang bernama ACL Services Ltd yang ada di Kanada. Perusahaan ini sebenarnya khusus membuat aplikasi-aplikasi komputer. Sehingga kegiatan utamanya adalah membuat dan menjual aplikasi analisis data, aplikasi tata kelola, aplikasi manajemen resiko dan aplikasi kepatuhan.
Awal mula Hart mengembangkan ACL dimulai pada tahun 1960 ketika dia berada di Berlin yang sedang menyelesaikan teisnya. ACL yang dia kembangkan itu selesai pada tahun 1968 ketika dia berada di Illinois. Awal mula sistem yang dia buat adalah kerangka Manajemen Sistem Informasi yang isisnya adalah Bank Data dan Bank Model. Selanjutnya dikembangkan sedemikian rupa sehingga jadilah aplikasi audit yang bernama ACL.

Saturday, September 30, 2017

Audit Teknologi Sistem Informasi



A.    Pengertian
Audit Teknologi Sistem Informasi atau Audit Teknologi Informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah suatu bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.
Audit TI sangat diperlukan karena akuntan yang melakukan audit laporan keuangan harus memahami dan menguji sistem dan pengendalian internnya, dan dalam rangka memeriksa data akuntansi (substantine test).
Dengan semakin berkembangnya sistem informasi, maka auditor dituntut untuk menguasai proses sistem informasi yang dipakai klien dan Teknik Audit Berbantuan Komputer dengan menyesuaikan proses audit dan prosedur yang digunakan pada saat melaksanakan pekerjaan lapangan. Selain itu, auditor juga sudah seharusnya menyesuaikan teknik-teknik auditnya dengan sistem informasi klien, agar pelaksanaan auditing dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Tuesday, May 30, 2017

Artikel tentang Animasi



A.    Sejarah Animasi
Animasi adalah film yang berasal dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Bentuk animasi tertua diperkirakan wayang kulit. Karena wayang memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi musik. Animasi mulai berkembang sekitar abad ke-18 di Amerika. Pada saat itu teknik stop motion animation banyak disenangi. Teknik ini menggunakan serangkaian gambar diam/frame yang dirangkai menjadi satu dan menimbulkan kesan seolah-olah gambar tersebut bergerak. Teknik ini sangat sulit, membutuhkan waktu, juga biaya yang banyak. Karena untuk menciptakan animasi selama satu dektik, kita membutuhkan sebanyak 12-24 frame gambar diam. Bayangkan jika film animasi itu berdurasi satu jam bahkan lebih. J. Stuart Blackton mungkin adalah orang Amerika pertama yang menjadi pionir dalam menggunakan teknik stop motion animation. Beberapa film yang telah diciptakannya dengan menggunakan teknik ini adalah The Enchanted Drawing (1900) dan Humorous Phases of Funny Faces (1906). Selanjutnya, setelah teknologi komputer berkembang, bermunculan animasi yang dibuat dengan teknologi komputer. Animasi itu macam-macam jenisnya. Ada yang 2 dimensi (2D) dan 3 dimensi (3D). Pada animasi 2D, figur animasi dibuat dan diedit di komputer dengan menggunakan 2D bitmap graphics atau 2D vector graphics. Sedangkan 3D lebih kompleks lagi karena menambahkan berbagai efek di dalamnya seperti efek percahayaan, air dan api, dan sebagainya. Tokoh yang dianggap berjasa besar mengembangkan film animasi adalah Walt Disney. Walt Disney banyak menghasilkan karya fenomenali Mickey Mouse, Donald Duck, Pinokio, Putri Salju, dan lainnya. Walt Disney pulalah yang pertama membuat film animasi bersuara.Yakni, film Mickey Mouse yang diputar perdana di Steamboat Willie di Colony Theatre, New York pada 18 November 1928. Walt Disney juga menciptakan animasi berwarna pertama yakni, Flower and Trees yang diproduksi Silly Symphonies di tahun 1932.
Film animasi merambah pula ke negara-negara Asia. Jepang misalnya juga telah mengambangkan film animasi sejak tahun 1913 dimana pada waktu itu dilakukan First Experiments in Animation oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro pada tahun 1913. Selanjutnya, animasi di Jepang mengikuti pula perkembangan animasi di Amerika Serikat seperti dalam hal penambahan suara dan warna. Dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara ini banyak bersaing dalam pembuatan animasi. Amerika dikenal dengan animasinya yang menggunakan teknologi yang canggih dan kadang simpel. Sedangkan animasi Jepang mempunyai jalan cerita yang menarik. (Pmails/ Cesar Zehan Camille).

Tuesday, April 11, 2017

Pembuatan Logo Diri



Latar Belakang
Target
Keyword
Key Message
Key Visual
Mahasiswa
Universitas Gunadarma
Sistem Informasi
Semua umur
Semua kalangan
Fikri Ardiansyah
FA
Senang
Anak-anak
Bermain
“Semua aktivitas akan lebih baik jika diawali dengan senyuman.”

Anak-anak
Senyuman
Bintang

Logo Diri


Logo diatas adalah logo diri dari saya. Logo diatas terdapat gambar seseorang, 2 gambar senyuman. Maksud dari kedua gambar pada logo ini adalah seseorang yang sedang berjalan atau sedang beraktivitas harus selalu dalam keadaan senang atau suka cita dalam beraktivitas dan selalu tersenyum pada orang sekitar yang dimaksudkan agar menjadi orang yang ramah terhadap orang lain.
Dalam pembuatan logo ini, saya membutuhkan sebuah software bernama Adobe Photoshop CS6. Adobe Photoshop CS6 adalah sebuah program aplikasi desain yang berguna untuk mendesain gambar, mengedit image grafis, dan mengolah foto digital. Perangkat lunak editor citra ini dikembangkan oleh Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto. Photoshop tersedia untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Mac OS; seluruh versi dari Photoshop juga dapat digunakan oleh sistem operasi lain seperti Linux dengan bantuan perangkat lunak tertentu seperti CrossOver.


Sumber: