Saturday, September 30, 2017

Audit Teknologi Sistem Informasi



A.    Pengertian
Audit Teknologi Sistem Informasi atau Audit Teknologi Informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah suatu bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.
Audit TI sangat diperlukan karena akuntan yang melakukan audit laporan keuangan harus memahami dan menguji sistem dan pengendalian internnya, dan dalam rangka memeriksa data akuntansi (substantine test).
Dengan semakin berkembangnya sistem informasi, maka auditor dituntut untuk menguasai proses sistem informasi yang dipakai klien dan Teknik Audit Berbantuan Komputer dengan menyesuaikan proses audit dan prosedur yang digunakan pada saat melaksanakan pekerjaan lapangan. Selain itu, auditor juga sudah seharusnya menyesuaikan teknik-teknik auditnya dengan sistem informasi klien, agar pelaksanaan auditing dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

B.     Ruang Lingkup
Ruang lingkup pada Audit Sistem Informasi (SI) adalah sebagai audit operasional terhadap fungsi Sistem Informasi (IT governance), audit objective-nya ialah melakukan assessment terhadap efektifitas, efisiensi, dan ekonomis tidaknya pengelolaan sistem informasi suatu organisasi.
Audit SI itu sendiri dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen puncak agar manajemen mempunyai “a clear assessment” terhadap sistem informasi yang diimplementasikan pada organisasi tersebut. Misalnya, bahwa application software yang ada telah dianalisis dan didesain dengan baik, telah diimplementasikan dengan security features yang memadai.
Meskipun hakekatnya keseluruhan aspek IT Governance tersebut sesungguhnya penting untuk diaudit dalam rangka peningkatan mutu sistem, namun itu tidak bersifat harus. Bisa saja dilakukan penugasan-penugasan audit yang berbeda untuk satu atau beberapa aspek. Salah satu alasannya adalah memang kompetensi atau keterampilan yang diperlukan bagi auditor untuk setiap aspek tersebut bisa berbeda. Oleh karena itu aspek sebetulnya ada keterkaitan, dan semuanya adalah penting, maka bila dilakukan audit secara terpisah-pisah, manajemen harus mendapat gambaran umum (overview) yang jelas dan terpadu.

C.     Tools pada IT Audit
Ada beberapa tools yang dapat digunakan dalam melakukan Audit Teknologi Sistem Informasi, antara lain;
1.      Wireshark
Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa menangkap data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.


2.      ACL
ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber. ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.



3.      Picalo
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber. Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front-End, dan memiliki banyak fitur untuk ETL (Extraction, Transformation, Loading) sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.
Berikut ini beberapa kegunaannya:
a.       Menganalisis data keungan, data karyawan
b.      Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam database
c.       Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs, dan record sistem login
d.      Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks database
e.       Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam sistem produksi.

D.    Bidang Pekerjaan pada IT Audit
Ada beberapa bidang pekerjaan IT di suatu perusahaan, yaitu; Sistem Analis, Programmer, Administrator (jaringan, sistem, database), Support (workshop, maintenance, helpdesk), Security Officer, dan Auditor. Adapun area pada IT Audit, yaitu; Planning, Organization and Management, Policies and procedures, Security, Regulation and standard.
Jenis-jenis yang ada pada IT Audit, antara lain;
a.      System Audit
Audit terhadap sistem terdokumentasi untuk memastikan sudah memenuhi standar nasional atau internasional
b.      Compliance Audit
Untuk menguji efektifitas implementasi dari kebijakan, prosedur, kontrol dan unsur hukum yang lain
c.       Product / Service Audit
Untuk menguji suatu produk atau layanan telah sesuai seperti spesifikasi yang telah ditentukan dan cocok digunakan
Siapa saja yang akan diaudit oleh Auditor? Antara lain; Management, IT Manager, IT Specialist (jaringan, database, sistem analis, programmer, dll.), dan pengguna atau user.

Sumber:

No comments:

Post a Comment