BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG IBD DIBERIKAN DI PERGURUAN TINGGI
Mata kuliah ilmu budaya
dasar adalah mata kuliah yang salah satu yang membicarakan tentang nilai-nilai,
kebudayaan tentang berbagai macam masalah yang di hadapi manusia dalam
kehidupannya sehari-hari. Hal itu perlu karna di rasakan kekurangan pada sistem
pendidikan kita baik pada tingkat menengah maupun pada tingkat perguruan
tinggi. Tampa memungkiri banyak faktor-faktor lain yang menyebabkan, salah satu
yang penting adalah sistem pendidikan kita.
Di harapkan agar mata
kuliah ini dapat menjadi semacam “lingua franca” bagi para akademisi dari
berbagai lapangan ilmiah. Dengan memiliki suatu bekal yang sama ini di harapkan
agar akademisi dapat lebih lancar berkomunikasi. Kelancaran berkomunikasi ini
selanjutnya akan memperlancar pula pelaksanaan pembangunan dalam berbagai
bidang yang ditangani oleh para cendikiawan dari berbagai lapangan keahlian
itu.
Dengan mendapat mata
kuliah Ilmu Budaya Dasar mahasiswa di harapkan memiliki latar belakang
pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan
menimbulkan minat mendalami lebih lanjut, agar demikian mahasiswa turut
mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif.
Jadi secara singkat
dapatlah di katakan bahwa setelah mendapat mata kulian ini mahasiswa di
harapkan memperlihatkan:
·
Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa
yang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya, menelaah apa yang di
kerjakan sendiri dan mengapa
·
Kesadaran akan pola-pola nilai yang di
anutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya
sehari-hari.
·
Kerelaan memikirkan kembali dengan hati
terbuka nilai-nilai yang di anutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri
sendiri dapat membenarkan nilia-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
·
Keberanian moral untuk mempertahankan
nilai-nilai yang di rasanya sudah dapat di terima denga penuh tanggung jawab
dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat di benarkan.
Latar belakang IBD dalam
konteks budaya, Negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan
sebagai berikut:
·
Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri
atas berbagai suku bangsa dengan segala keaneragaman budaya yang biasanya tidak
terlepas dari ikatan-ikatan primordial kesukuan dan kedaerahan.
·
Proses pembangunan yang sedang berlangsung
dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negative, akibatnya dari
pembenturan nilai budaya ini ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.
·
Kemajuan ilmu pengethuan dan teknologi
menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia,menimbulkan konflik dengan tata
nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah
diciptakannya.
B. PENGERTIAN
ILMU BUDAYA DASAR
Secara sederhana Ilmu
Budaya Dasar adalah pengetahuan yang di harapakan dapat memberikan pengetahuan
dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk
mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah Ilmu Budaya Dasar
di kembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang
berasal dari istilah bahasa inggris “The Humanities”. Humanities itu sendiri
barasal dari bahasa latin humanus yang berarti manusia, berbudaya halus.
Untuk mengetahui bahwa
Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu di
ketahui pengelompokan dalam tiga kelompok besar.
·
Ilmu-ilmu alamiah (natural science)
Ilmu alamiah bertujuan
mengetahui keteraturan yang terdapat di dalam alam semesta. Caranya ialah
dengan menentukan hukum yang berlaku menegenai keteraturan itu lalu di buat
analisis untuk menentukan kualitas.
·
Ilmu-ilmu sosial (social science)
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk
mengkaji hal itu di gunakan metode ilmiyah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu
ilmiah.
·
Pengetahuan budaya (the humanitics)
Pengetahuan budaya
bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.
Pengetahuan budaya (the Humanities) di batasi sebagai pengetahuan yang mencakup
keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat di bagi-bagi lagi
ke dalam berbagai bidang keahlian lain seperti seni tari, seni rupa, seni musik.
C. PERBEDAAN
IBD dengan ILMU-ILMU SOSIAL YANG LAIN
Ilmu Sosial Dasar secara
khusus untuk para mahasiswa diajarkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan
pengertian umum kepada mahasiswa tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk
mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi di sekitamya. Dengan demikian,
diharapkan mahasiswa dapat memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap
lingkungan sosialnya. Dengan kepekaan sosial yang dimilikinya, mahasiswa
diharapkan memiliki kepedulian sosial dalam menerapkan ilmunya di masyarakat.
Sedangkan Ilmu Budaya
Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan
pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah
manusia dan kebudayaan.
Jadi perbedaan antara
ilmu sosial dasar dan ilmu budaya dasar adalah ilmu budaya dasar mempelajari
tentang masalah manusia yang berkaitan dengan budaya dan dasar-dasarnya ,
sedangkan ilmu sosial dasar mempelajari tentang masalah manusia dengan
lingkungan sosialnya yang berisi pro kontra.
D. TUJUAN
ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu budaya dasar sebagai
salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas
wawasan pemikiran serta kemampuan kritikal terhadap nilai-nilai budaya. Baik
yang menyangkut orang lain dan alam sekitar.
Untuk menjangkau tujuan
tersebut Ilmu Budaya Dasar di harapkan dapat:
·
Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa
terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri
dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan pofesi mereka.
·
Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk
memperluas pandangan mereka serta mengembangkan daya kritis mereka tentang persoalan
yang menyangkut kedua hal tersebut.
·
Mengusahakan agar mahasiswa sebagai calon
pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing.
·
Mengusahakan wahana komunikasi para
akademisi agar lebih maju berdioalog satu sama lain.
E. RUANG
LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Bertitik tolak dari
kerangka tujuan yang telah di tentukan di atas dua masalh pokok yang bisa di
jadikan pertimbangan, kedua masalah pokok itu adalah:
·
Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya
merupakan ungkapan masalah
Kemanusiaan dan budaya
yang dapat di dekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.
·
Hakekat manusia yang satu atau universal,
akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing
jaman dan tempat.
Pokok Bahasan yang akan
di kembangkan adalah:
·
Manusia dan cinta kasih
·
dan keindahan
·
Manusia dan penderitaan
·
Manusia dan keadilan
·
Manusia dan pandangan Hidup
·
Manusia dan tanggung jawab serta
pengabdian
·
Manusia dan kegelisahan
·
Manusia dan harapan
BAB II
MANUSIA DAN
KEBUDAYAAN
A. PENGERTIAN
MANUSIA
Manusia di alam dunia ini
memegang peranan yang unik, dan dapat di pandang dari berbagai macam segi.
Dalam ilmu ekstra manusia dimpandang sebagai kumpulan partikel atom yang
membentuk suatu jaringan sistem yang di miliki manusia (ilmu kimia), manusia
merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk
yang selalu ingin mempunyai kekuasaan dll.
Dari definisi-definisi
tersebut kita dapat melihat bahwa manusia selain dapat di pandang dari banyak
segi, juga mempunyai banyak kepentingan. Ada dua pandangan yang akan kita
jadikan acuan untuk menjelaskan tentang
unsur-unsur yang membangun manusia.
1.) Manusia
itu sendiri dari empat unsure yang saling terkait, yaitu:
ü Jasad,
yaitu: badan kasar manuasia yang dapat di raba dan menempati ruang dan waktu
ü Hayat,
yaitu: mengandung unsure hidup, yang di tandai dengan gerak.
ü Ruh
yaitu: bimbingan dan pimpinan dari tuhan, daya yang bekerja secara spiritual
dan memahami kebenaran.
ü Nafs,
dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri
2.) Manusia
sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu;
ü Id,
merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak Nampak.
Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasional
dan terkait dengan seks.
ü Ego,
merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali di bedakan dari
Id, sering kali di sebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena perannya dalam
menghubungkan energy Id ke dalam saluran sosial yang dapat di mengerti oleh
orang lain.
ü Superego,
merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia
lima tahun. Di bandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal
dalam individu,superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Kode moral positif
di sebut ego ideal, suatu perwakilan dari tingkah laku yang tepat bagi individu
untuk di lakukan.
Dari uraian di atas dapat
mengkaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan
unsur-unsur manusia.Seringkali, misalnya orang yang senang terhadap
penyimpangan terhadap nilai-nilai masyarakat dapat di identifikasikan bahwa
orang tersebut lebih di kendalikan oleh Id di banding super Egonya, atau
seringkali ada kelainan yang terjadi pada manusia.
B. HAKIKAT
MANUSIA
·
Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari
tubuh dan jiwa sebagai salah satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang
dapat dilihat,di raba,di rasa, wujudnya kongrit tetapi tidak abadi.Jika manusia
meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap.Jiwa terdapat di dalam tubuh tidak dapat
dilihat, tidak dapat di raba, sifatnya abstrak tetapi abadi.jika manusia
meninggal jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan.
·
Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna,
jika di bandingkan dengan mahluk lainnya.
Kesempurnaan terletak
pada adab dan budayanya, karena manusia di lengkapi oleh penciptanya dengan
akal,perasaan, dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia.Dengan akal (ratio)
manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi.Daya rasa (perasaan)
dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan
rohani. Perasaan indrawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra,
tingkatnya rendah dan terdapat di manusia ataupun binatang, perasaan rohani
adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya:
v Perasaan
intelektual, yaitu petasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
v Perasaan
estetis, yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan.
v Perasaan
etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
v Perasaan
diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari
yang lain.
v Perasaan
sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup
bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
v Perasaan
religious, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.
Adanya kehendak dari
setiap manusia mampu menciptakan perilaku tentang kebaikan menurut moral.
·
Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati
yang budayawi
Manusia adalah produk
dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai
mahluk budayawi manusia dapat di pelajari dari segi-segi: kemasyarakatan,
kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa dan
sebagainya.
·
Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan
lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja
dan berkarya
Soren Kienkegaard seorang
filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam
konteks kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan
lingkungannya (ekologi).Hidup manusia mempunyai tiga syaraf, yaitu estetis,etis
dan religius.
C. KEPRIBADIAN
BANGSA TIMUR
Francis L.K. Hsu, sarjana
amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam
ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesustraan cina klasik.
Dalam jiwa manusia sebagai mahluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah
yang seolah-olah seperti lingkaran konsentrif sekitar diri pribadi.
0. Dunia luar
1. Lingkungan hubungan jauh
2. Lingkungan hubungan berguna
3. Lingkugan hubungan karib
4. Kesadaran yangdinyatakan
5. Kesadaraann yang tak di nyatakan
6. Sunsadar
7. Taksadar
Nomor 7 dan 6 di sebut
daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkaran itu berada di daerah pedalaman
dari dalam jiwa individu.
Nomor 5 disebut kesadaran
yang tak dinyatakan (uncxpressed conscious).Lingkran itu terdiri dari pikiran
dan gagasan yang di sadari oleh individu.
Nomor 4 disebut kesadaran
yang dinyatakan (expressed conscious).Lingkaran ini di dalam alam jiwa manusia
mengandung pikiran.
Nomor 3 disebut lingkaran
hubungan karib,mengandung konsepsi tentang orang-orang.
Nomor 2 disebut
lingkungan hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap saying dan mesra.
Nomor 1 disebut lingkaran
hubungan jauh,terdiri dari pikiran dan sikap alam jiwa manusia tentang
manusia,benda-benda,alat-alat pengetahuan dan adat yang ada dalam kebudayaan
dan masyarakat sendiri.
Nomor 0 disebut
lingkungan dari luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan yang hamper
sama dengan pikiran yang terletak dalam lingkungan nomor 1.
Banyak orang masih sering
mempersoalkan perbedaan antara kebudayaan barat dan kebuyaan timur.Orang-orang yang
sering mendiskusikan kontras antara kedua konsep tersebut secara popular,
biasanya menyangka bahwa kebudayaan Timur lebih mementingkan kehidupan
kerohanian,mistik,pikiran preologis, keramatamahan, dan gotong royong.Berikut
ini dipaparkan bagan psiko-sosiagram manusia sebagaimana diuraikan di atas
menurut Prof.Dr.Koentjaraningrat dalam bukunya yang berjudul
kebudayaan,mentalis dan pembangunan.
D. PENGERTIAN
KEBUDAYAAN
Dua orang antropolog
termuka yaitu Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa
Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat
di tentukan adanya oleh kebudayaan yang di miliki masyarakat itu. Herkovits memandang
kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang turun
menurun dari generasi ke generasi hidup terus.
Kebudayaan jika dikaji
dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi
atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere yang berarti
mengolah tanah.Seorang antropolog yaitu E.B Tylor (1871) mendefinisikan
kebudayaan sebagai berikut:
Kebudayaan adalah
kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan,kesenian,moral,hukum, adat
istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan yang di dapat kan oleh manusia
sebagai angota masyarakat.
·
Selo Sumarjan dan soelaeman Soeardi
merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
·
Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa
kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
·
Koentjaraningrat mengatakan bahwa
kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus
diibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
·
A.L krober dan C.Kluckhon mengatakan bahwa
kebudayaan adalah menifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti
seluas luasnya.
Sistem nilai dan gagasan
utama sebagai hekekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan secara
terperinci, yaitu sistem ideology, sistem sosial dan sistem teknologi.
E. UNSUR-UNSUR
KEBUDAYAAN
Yang di maksud dengan
unsure di sini adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan itu,sehingga kebudayaan
disini lebih mengandung makna totalitas dari pada sekedar penjumlahan
unsur-unsur yang terdapat di dalamnya.
Beberapa orang sarjana ,
telah mencoba merumuskan unsure-unsur pokok kebudayaan misalnya Melville J.
Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsure kebudayaan.di katakana bahwa
ada empat unsure dalam kebudayaan yaitu, alat-alat teknologi,sistem
ekonomi,kaluarga dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski
mengatakan bahwa unsure-unsur itu terdiri dari sitem norm,organisasi
ekonomi,alat-alat tau lembaga ataupun petugas pendidikan dan ornagisasi
kekuatan.
C.Kluckhohn di dalam
karyanya berjudul Universal Categories Of Culture mengemukakan bahwa ada tujuh
unsure kebudayaan universal yaitu :
·
Sistem Religi (sistem kepercayaan).
Merupakan produk manusia sebagai homo religious.
·
Sistem organisasi kemasyarakatan.
Merupakan produk homo socius.
·
Sistem pengetahuan. Merupakan produk
manusia sebagai sapiens.
·
Sistem mata pencarian hidup dan
sistem-sietem ekonomi. Merupakan produk manusia homo economicus menjadikan
tingkat kehidupan anusia secara umum terus meningkat.
·
Sistem Teknologi dan Peralatan, Merupakan
produk dari manusia sebagai homo faber.
·
Bahasa. Merupakan produk dari manusia
sebagai homo longuens.
·
Kesenian. Merupakan hasil dari manusia
sebagai homo aesteticus.
F. WUJUD
KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya,
kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu
·
Kompleks gagasan, konsep dan pikiran
manusia :
Wujud ini di sebut sistem
budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat di lihat dan berpusat pada kepala-kepala
manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga
masyarakat di mana kebudayaan bersangkutan hidup.
·
Kompleks aktivitas
Berupa aktivitas manusia
yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat di amati atau
diobserfasi.Wujud ini sering disebut sistem sosial, Sistem sosial bersifat
kongkret, terjadi di sekeliling kita sehari-hari bisa diobservasi, di foto dan
didokumentasi.
·
Wujud Sebagai benda:
Aktivitas manusia yang
saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai
hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.
G.
ORIENTASI NILAI BUDAYA
Menurut C. Kluckhohn
dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) Sistem nilai budaya dalam
semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok
kehidupan manusia, yaitu :
·
Hakekat hidup manusia (MH)
Hakekat hidup untuk
manusia setiap kebudayaan berbeda secara ekstrem ada yang berusaha untuk
memandang hidup,ada pula denga pola kelakuan tertentu yang mengganggap hidup
sebagai hal yang baik “mengisi hidup”
·
Hahekat karya manusia (MK)
Setiap kebudayaan
hakekatnya berbeda-beda. Di antaranya ada yang beranggapan bahwa karya
bertujuan untuk hidup karya memberikan kedudukan atau kehormatan karya
merupakan gerak hidup untuk menambah
karya lagi.
·
Hakekat waktu manusia (WM)
Hakekat waktu untuk
setiap kebudayaan berbeda ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa
lampau ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.
·
Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang
menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal
mungkin.
·
Hakekat hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang
mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal (sesamanya)
maupun secra vertical (orientasi kepada tokoh tokoh) ada pula yang berpandangan
individualistis (menilai tinggi kekuatan sendiri).
H. PERUBAHAN
KEBUDAYAAN
Masyarakat dan kebudayaan
di manapun selalu dalam keadaan berubah,sekalipun masyarakat dan kebudayaan
primitive yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya.
Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan
gerak.
Terjadinya gerak/
perubahan ini di sebabkan oleh beberapa hal:
·
Sebab-sebab yang berasal dari dalam
masyarakat dan kebudayaan sendiri.
·
Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan
fisik tempat mereka hidup.
Perubahan ini, selain
karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi
kebudayaan,penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan sosial dan
perubahan kebudayaan berbeda. Perubahan sosial adalah segala perubahan sosial
terjadi perubahan struktur sosial dan pola-pola hubungan sosial.
Sedangkan perubahan
kebudayaan atau akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan
kebudayaan tertentu di hadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang
berbeda. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala mempermudah berlangsungnya
akulturasi tersebut.
Beberapa masalah yang
menyangkut proses tadi adalah:
v Unsur-unsur
kebudayaan asing manakah yang mudah diterima
v Unsur-unsur
kebudayaan asing manakah yang sulit di terima
v Individu-individu
manakah yang cepat menerima unsure-unsur yang baru
v Ketegangan-ketegangan-ketegangan
apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut.
Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah
diterima adalah:
v Unsur
kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah di pakai dan
dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.
v Unsur-unsur
yang terbukti mambawa manfaat besar.
v Unsur-unsur
yang dengan mudah di sesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima
unsur-unsur tersebut.
Unsur-unsur kebudayaan
yang sulit di terima oelh sesuatu masyarakat adalah misalnya:
v Unsur
yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi
v Unsur
yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
Pada umunya generasi muda
di anggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unur-unsur kebudayaan
asing yang masuk melalui proses akulturasi.sebaliknya generasi tua, di anggap
sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsure baru.
Suatu masyarakat yang terkena
proses akulturasi,selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau
bahkab tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Berbagai faktor yang
mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu kebudayaan baru diantaranya:
v Terbatasnya
masyarkat memiliki hungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang
yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
v Jika
pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan
oleh nilai-nilai agama maka penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan
harus disensor sulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan ajaran agama yang
berlaku.
v Corak
struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan
baru.
v Suatu
unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsure-unsur kebudayaan
yang menjadi landasan-landasan bagi diterimanaya unsur kebudayaan yang baru
tersebut.
v Apabila
unsure yang baru itu meniliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan
mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
I. KAITAN
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Secara sederhana hungan
antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan
kebudayaan merupakan obyek yang di laksanakan manusia.
Dalam sosiologi manusia
dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa malaupun keduanya
berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Dari sisi lain,hubungan antara
manusia dan kebudayaan ini dapat di pandang setara dengan hubungan antara
manusia dengan masyarakat di nyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling
terkait satu sama lain. Proses diakletis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu
:
v Eksternalisasi,
yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
v Obyektivitas,
yaitu proses di mana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu
kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
v Internalisasi,
yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
Manusia dan kebudayaan,
atu manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan erat satu sama
lain.Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah
dan waktu agar penganalisaan dapat di lakukan dengan lebih cermat.
BAB III
MANUSIA DAN KESUSASTRAAN
A. PENDEKATAN
KESUSASTRAAN
Hampir di setiap jaman
seni termasuk sastra memegang peranan yang
penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi
nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti
yang terdapat dalam filsafat atu agama.
Karena seni adalah
ekspresi yang sifatnya tidak normative,seni lebih mudah berkomunikasi, karena
tidak normative nilai-nilai yang di sampaikan lebih fleksibal baik isinya
maupun cara penyampainnya.
Hampir di setiap jaman
sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasannya karena sastra
mempergunakan bahasa sastra juga lebih mudah berkoomunikasi, karena pada
hakekatnya karya sastra adalah pejabaran abstraksi, Cabang-cababg seni yang
lain pada hakekatnya juga abstrak. Sastra juga di dukung oleh cerita, dengan
adanya cerita orang lebih mudah tertarik dan dengan caerita orang lebih mudah
mengemukakan gagasannya dalam bentuk yang tidak normative.
Orientasi the Humanities
adalah ilmu : Dengan mempelajari satu sebagai dari disiplin ilmu yang mencakup
dalam the humanities, mahasiswa di harapkan dapat menjadi homo humanus yang
lebih baik.
B. ILMU
BUDAYA DASAR DIKATIKAN DENGAN PROSA
Istilah prosa banyak
pandangannya. Kadang-kadang di sebut narrative fiction,prose fiction atu hanya
fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering di terjemahkan menjadi
cerita rekaan dan di definisikan sebagai bentuk cerita tau prosa kisahan yang
mempunyai pemeran,lakuan,paristiwa dan alur yang si hasilkan oleh daya khayal
atau imajinasi.
Dalam kesussatraan
Indonesia kita mengenai jenis prosa lama dan prosa baru.
·
Prosa lama meliputi
·
Dongeng-dongeng
·
Hikayat
·
Sejarah
·
Epos
·
Cerita pelipur lara
·
Prosa baru meliputi
§ Cerits
pendek
§ Roman/novel
§ Biografi
§ Kisah
§ Otobiografi
C. NILAI-NILAI
DALAM PROSA
Sebagai seni yang
bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung
tau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita Dengan perkataan lain
prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembawa lewat sastra. Aadpun
nilai-nilai yang di peroleh pembawa lewat sastra antara lain:
v Prosa
fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan
yang di peroleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman,
pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal dareh atau tempat
asing, pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh asing.
v Prosa
fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis
informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedia. Dalam novel sering kita
dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik
tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lampau, bahkan juga kehidupan yang
akan dating atau kehidupan yang asing sama sekali.
v Prosa
fiksi memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat
menstimulasi imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak
henti-hentinya dari warisan budaya bangsa. Salah satunya adalah novel Siti
Nurbaya.
v Prosa
memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi
seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan
banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih
respon-respon emosional atau ransangan aksi yang mungkin sangat berbeda
daripada apa yang di sajikan dalam kehidupan sendiri.
Berkenaan dengan moral,
karya satra dapat di bagi menjadi dua : Karya sastra yang menyurakan aspirasi
jamannya, dan karya satra yang menyuarakan gejolak jamananya, ada juga yang
tentunya menyuarakan kedua-duanya.
Kedua macam sastra itu
selalu menyampaikan masalah. Masalah ini di sampaikan dengan jalan menyajikan
interaksi tokoh-tokohnya.Kita kenal Mahabrata dan Ramayana, Mahabrta
menceritakan kepahlawanan orang-orang pandawa yang pemberani.
Pokok bhasan manusia dan
cinta kasih dapat di hungkan denga cinta kasih antara Maria dan Yusuf dalam
buku layar terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana.
D. ILMU
BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Pembahasan puisi dalam
rangka pengjaran Ilmu Budaya Dasar tidak akan lepas di arahkan pada tradisi
pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasinya yang murni. Puisi dapat di
pakai sebagai media sekaligus sebagai sumber sesuai dengan tema-tema atau pokok
bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.
Puisi termasuk satra,sedangkan
sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsure dari kebudayaan.
Kepuitisan, keartistikan
atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam
membangun puisinnya dengan menggunakan;
v Figura
Bahasa (figutrativelanguage) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan,
alegori sehingga puisi menjadi segar hidup,menarik dan member kejelasan
gambaran angan.
v Kata-kata
yang ambiqiuitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda banya tafsir
v Kata-kata
berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan
pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
v Kata-kata
yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan
asosiasi-asosiasi tertentu.
v Pengulangan
yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan,sehingga lebih
menggugah hati.
Dibalik kata-katanya yang
padat,ekonomis dan suakr di cerna maknanya itu,puisi berisi potret kehidupan
manusia.
Adapun alas an-alasan
yang melandasi penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagi
berikut:
v Hubungan
puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekaman dan penyampaian
pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Pendekatan
terhadap pengalaman perwakilan itu dapat di lakukan dengan suatu kemampuan yang
di sebut “imaginative entry” yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup
sendiri dengan pengalaman yang di tuangkan penyair dalam puisinya.
v Puisi
dan keinsyafan/kesadaran individual.
Dengan membaca puisi
mahasiswa dapat di ajak untuk dapat menjenguk hati/penyair manusia, baik orang
lain maupun diri sendiri.
v Puisi
dan keinsyafan sosial
Secara imaginative puisi
dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa:
·
Penderitaan atas ketidakadilan
·
Perjuangan untuk kekuasaan
·
Konflik dengan sesame
·
Pemberontakan terhadap hukum Tuhan
Misalnya pada puisi
Rendra “episode” misalnya melukiskan betapa kemesraan cinta begitu merasuk kedalam
jiwa dua sejoli muda-mudi yang sedang menjalin cinta
Kami duduk berdua
Di bangku halaman rumah
Pohon jambu dihalaman
itu
Berbuah dengan lebatnya
Dan kami senang
memandangnya
Angin yang lewat
Memainkan daun yang
berguguran
Tiba-tiba ia bertanga :
“mengapa sebuah kancing bajumu
Lepas terbuka “?
Aku hanya tertawa
Lalu ia sematkan dengan
mesra
Sebuah peniti menutup
bajuku
Sementara itu
Aku bersihkan
Guguran bunga jambu
Yang mengotori
rambutnya.
Kemesraan cinta tidak
saja terpatri dalam lubuk hati maing-masing tetapi juga memancar dari sinar
mata keduanya yang bening dan belaian-belaian mesra jari jemari mereka
bergetar.
Cinta kasih itu
kadang-kadang tidak berdiri sendiri,ia sering berpadu dengan nilai-nilai
kemanusiaan yang lain seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, keputusan,
dll).
Puisi merupakan sesuatu
yang hidup dalam metafisis, suatu impian yang berkribadian sehingga sukar
dihayati isinya, Walaupun demikian bila puisi dibaca dengan baik setidaknya
akan membantu pembaca dalam menafsirkannya.
BAB IV
MANUSIA DAN CINTA
KASIH
A. PENGERTIAN
CINTA KASIH
Menurut kamus umum Bahasa
Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada)
atau (rasa) saying (kepada) ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik
hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan saying atau cinta kepada atau
menaruh belas kasihan.
Cinta memegang peranan
penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam hubungan
perlkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak hubungan yang erat
dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab.
Cinta selalu menyatakan
unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan
pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang
ibu kepada anaknya, sedangkan tanggung jawab dalam arti benar adalah sesuatu
tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak
bayinya menunjukan penyelenggaraan atas hubungan fisik. Unsur yang ketiga
adalah perhatian yang berarti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya
berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya. Yang ke empat adalah pengenalan
yang merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia menusia. Dengan ke empat
unsure tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan
suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.
Pengertian tentang cinta
di kemukaan oleh Dr.Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga
unsure yaitu keterkaitan, keintiman, dan kemesraan.
B. UNSUR-UNSUR
CINTA
Dalam kehidupan manusia, cinta
menampakan diri dalam berbagai bentu.Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya
sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anakanya, hartanya
atau Allah dan Rasulnya.
·
Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya
dengan dorongan menjaga diri. Manusia sengan untuk tetpa hidup, menegmbangkan
potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Pun ia mencintai segala sesuatu
yang mendatangkan kebaikan pada dirinya.
Di antara yang menunjukan
kecintaan manusia terhadap diriny sendiri ialah kecintaan yang sangat terhadap
harta yang dapat merealisasikan semua keinginnannya dan memudahkan baginya
segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup. (QS, al-Adiyat,
100:8).
·
Cinta kepada sesama manusia
Agar manusia dapat hidup
dangan penuh keserasian dan keharmonisan dengan menusia lainnya, tidak boleh
tidak harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya
ia mneimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang
lain, bekerja sama dan member bantuan kepda orang lain.
Al-Qur’an juga menyeru
kepada orang-orang yang beriman agar saling mencintai seperti cinta mereka pada
diri mereka sendiri.
·
Cinta seksual
Cinta erat kaitannya
dengan seksual. Sebab ilaha yang bkerja dalam melestarikan kasih saying, keserasian
dan kerjasama antara suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi
kelangsungan hidup keluarga
·
Cinta kebapakan
Mengingat bahwa antara
ayah dengan anak-anakanya tidak terjalin oelh ikatan-ikatan fisiologis seperti
yang menghubungkan si ibu dengan anak-anakanya, maka para ahli ilmu jiwa modern
berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiolagis seperti
halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis.
·
Cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia yang
paling jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduan
kepada-Nya.
·
Cinta kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang
di utus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta menduduki peringkat ke
dua setelah cinta kepada Allah.ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi
manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhurnya.
C. 3
UNSUR DALAM SEGITIGA CINTA
Menurut Dr. Sarlito W. Sarwono juga mengemukakan pendapat
bahwa cinta juga memiliki 3 unsur, yaitu:
Ketertarikan: adalah adanya perasaan untuk hanya bersama
dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali
dengan dia, kalau ada janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli
hadiah untuk dia.
Keintiman: adanya kebiasaan dan tingkah laku yang
menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan
formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau
sebutan sayang dan sebagainya. Makan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa
risih, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak
saling menyimpan rahasia dan sebgaianya.
Kemesraan: adalah adanya rasa ingin membelai dan dibelai,
rasa kangen rindu kalo jauh atau lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan
rasa sayang dan seterusnya.
D. TINGKATAN CINTA
Cinta memiliki tiga tingkatan, yaitu:
·
Cinta
tingkat tertinggi
Adalah cinta kepada ALLAH, tak diragukan lagi bahwa seorang
yang telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya, ia akan mencurahkan
segala cintanya hanya kepada Tuhan. Karena ia telah meyakini bahwa dzat
Tuhanlah yang maha sempurna, maha indah dan maha agung. Tak ada satupun selain
Dia yang memiliki kesempurnaan sifat-sifat tersebut. Maka dengan ketulusan iman
yang sejati itulah yang harus diikuti karena Dialah yang maha tinggi, maha
sempurna dan maha agung.
·
Cinta
tingkat menengah
Adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri atau
suami dan kerabat. Hakikat cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari
perasaan hati dan jiwa. Ia timbul dari perasaan seseorang yang dicintainya,
aqidah, keluarga, kekerabatan, atau persahabatan. Karena hubungan cinta, kasih
sayang dan kesetiaan di antara mereka semakin akrab. Berangkat dari perasaan
lembut yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati dan jiwa seseorang inilah, akan
terbentuk perasaan kasih sayang dan cinta dari seseorang terhadap orang lain:
seorang anak terhadap orang tuanya, orang tua terhadap anak-anaknya, seorang
suami terhadap istrinya atau sebaliknya istri terhadap suaminya, cinta
seseorang terhadap sanak saudara dan keluarganya, cinta seseorang terhadap
sahabatnya, atau seorang penduduk pada tanah airnya.
Adapun pengaruh yang ditimbulkan oleh cinta menengah ini
akan nampak jelas hasilnya. Jika bukan disebabkan perasaan kasih sayang yang
ditanamkan oleh Tuhan dalam hati, sepasang suami istri, tentu tidak akan
terbentuk suatu keluarga, tak akan ada keturunan, tak akan terwujud asuhan,
bimbingan dan pendidikan terhadap anak.
·
Cinta
tingkat terendah
Adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga,
kerabat, harta dan tempat tinggal. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang
paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta
rendahan. Bentuknya beraneka ragam, yaitu:
§ Cinta kepada thagut. Thagut adalah
syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan.
§ Cinta berdasarkan hawa nafsu.
§ Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan
pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tempat tinggal.
E. CINTA
MENURUT AJARAN AGAMA
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam
berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang
mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya atau ALLAH dan
Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa didapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an.
·
Cinta
Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri untuk
tetap hidup, mengembangkan potensi diri dan mengaktualisasikan dirinya. Jadi ia
mencintai sesuatu yang membuat dirinya menjadi lebih baik. Dan sebaliknya dia
akan membenci sesuatu yang membuat hidupnya sedih atau terancam mara bahaya.
Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri,
kecenderungan untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi
dirinya, dan menghindarkan segala sesuatu yang membahayakan keselamatan
dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui
hal-hal gaib, tentu mereka akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan
menjuhkan dirinya dari segala keburukan.
Diantara gejala yang menunjukkan kecintan manusia terhadap
dirinya sendiri ialah kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat
merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk
mencapai kesenangan dan kemewahan hidup. (QS, al-“Adiyat, 100:8)
Diantara gejala lain yang menunjukkan kecintaan manusia pada
dirinya sendiri ialah permohonannya yang terus-menerus agar dikaruniai harta,
kesehatan dan berbagai kebaikan dan kenikmatan hidup lainnya. Dan apabila ia
tertimpa bencana, keburukan atau kemiskinan, ia merasa putus asa dan mengira ia
tidak akan bisa memperoleh karunia lagi. (QS, Fushilat, 41:49)
Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu
berlebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi
dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.
·
Cinta
Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian,
ketentraman serta keharmonisan dengan orang lain, setiap manusia harus
menghilangkan sifat egois atau ingin menang sendiri dan juga membatasi rasa
cintanya kepada diri sendiri. Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman
agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka terhadap diri sendiri.
·
Cinta
Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah
yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara
suami dan istri. Ia merupakan faktor primer bagi kelangsungan hidup keluarga:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang
berpikir. (QS, Ar-Rum, 30:21)”
Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu
melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah
terbentuk keluarga. Dari keluarga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan
demikian bumi menjadi ramai, bangsa-bangsa saling mengenal, kebudayaan
berkembang dan ilmu pengetahuan dan industri menjadi maju. Islam mengakui
dorongan seksual dan tidak mengingkarinya. Jelas dengan sendirinya ia mengakui
pula cinta seksual yang menyertai dorongan tersebut. Sebab ini merupakan emosi
alamiah dalam siri manusia yang tidak dilingkari, tidak ditentang ataupun
ditekan. Tapi di Islam hubungan ini hanya boleh dilakukan secara sah yaitu melalui
“perkawinan”.
·
Cinta
Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak
terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan
anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan
kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan ke ibuan,
melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada
anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber
kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran
bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia. Ini
terlihat jelas dalam do’a Zakaria as, yang memohon pada ALLAH semoga ia
dikarunia seorang anak yang akan mewarisinya dan mewarisi keluarga Ya’qub:
“Ia berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan
kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada
Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku
sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku
dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluarga
Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai : QS, Maryam,
19:4-6”
Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah
nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia
memanggilnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas rasa kasihan,
untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak:
“……Dan Nuh memanggil anaknya – sedang anak itu berada di tempat
yang jauh terpencil : “Hai…anakku, naiklah (kekapal) bersama kami dan janganlah
kamu berada bersama orang-orang yang kafir”. (QS, Yusuf, 12:48)
Cinta itu nampak pula dalam doa nabi Nuh as, yang memohon
pada ALLAH semoga anaknya selamat:
“Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku,
sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah
yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya (QS, Hud, 11:45)”
Biasanya cinta kebapakan nampak dalam perhatian seorang
bapak pada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan yang diberikannya pada
mereka, demi kebaikan dan kepentingan mereka sendiri.
·
Cinta
Kepada ALLAH
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan
spiritual ialah cintanya kepada ALLAH dan kerinduannya kepada-Nya. tidak hanya
dalam shalat, pujian, dan doanya saja, tetapi juga dalam tindakan dan tingkah
lakunya, semua tingkah laku dan tindakan ditujukan kepada ALLAH.
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai ALLAH, ikutilah
aku, niscaya ALLAH mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. ALLAH maha pengampun
lagi maha penyayang” (QS, Ali Imran, 3:31)
Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada ALLAH akan membuat
cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan
menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun akan membuatnya
menjadi seorang yang cinta pada sesama manusia, hewan, semua makhluk ALLAH dan
seluruh alam semesta. Sebab dalam pandangannya semua wujud yang ada di
sekelilingnya mempunyai manifestasi dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-kerinduan
spritualnya dan harapan kalbunya.
·
Cinta
Kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus oleh ALLAH sebagai rahman
bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada
ALLAH. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam
tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang
benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang telah
menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga
Islam tersebar diseluruh penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman
kesesatan menuju cahaya petunjuk.
F. BENTUK-BENTUK
CINTA
·
Eros, asal kata ini adalah dari dewa
mitologi Yunani, Eros, yang adalah dewa cinta. Eros adalah cinta manusia
semata, yg diinspirasi oleh sesuatu yang menarik dalam objeknya. Eros merupakan
cinta yang tumbuh dari seseorang kepada yang lain. “Erotic”.
·
Storge – Storge adalah ikatan alami antara
ibu dan anak, bapak, anak-anak, dan sodara. William Barclay menyebutkan, “kita
tidak bisa tidak mengasihi anak-anak dan sodara kita; darah lebih kental
daripada air” (N.T. Words, 1974).
·
Philia, setingkat lebih tinggi dari eros,
berhubungan kejiwa daripada tubuh. Ini adalah cinta antar sahabat. Menyentuh
kepribadian manusia-intelektual, emosi, dan kehendak, melibatkan saling
berbagi. Cinta yg timbuh dari perhatian dan kebersamaan. Ada sedikit eros dalam
philia. Kita memilih teman karena kesenangan yang bisa kita dapatkan dari
mereka. Ada kualitas pribadi dalam mereka yang kita hargai, kepintaran dan
ketertarikan budaya, dan ekspresi diri yang saling memuaskan.
BAB V
MANUSIA DAN CINTA
KASIH
A. KASIH
SAYANG
Pengertian kasih saying
menurut kamus umum bahasa Indonesia karanngan W.J.S poerwadaminta adalah
perasaan saying, perasaan cinta atau perasaan suka kepada aeaeorang.
Cara pemberian cinta kaih
orang tu terhadap anaknya dapt di bedakan;
·
Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat
pasif
·
Orang tua bersifat pasif si anak bersifat
aktif
·
Orang tua bersifat pasif si anak bersifat
pasif
·
Orang tua bersifat aktif si anak bersifat
aktif.
Ada bermacam-macam kasus
kasih sayang delam kehidupan, semua orang tua mengharapkan hidup anaknya
bahagia. Karena itu, tidak sedikit orang tua menumpahkan kasih sayang secara
berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan pendapatannya, Ada yang secara
berlebihan, disiplin, secara memberikan kebebasan dan sebagainya. Karena itu
ada yang berhasil, tetapi banya pula yang gagal.
B. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari
kata dasar mesra yang artinya perasaan simpati yang akrab kemesraan ialah
hubungan akrab baik antara pria wanita yang sedang mabuk asmara maupun yang
sudah berumah tangga.
Kemesraan pada dasarnya
merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Cinta yang barlanjut
menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari
cinta, kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan
orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan
bakatnya.
Contohnya sajak kemesraan
Chairil Anwar di bawah ini:
AJAKAN
Ida
Menembus sudah cahaya
Udara tebal kabut
Kaca hitam lumut
Pencar-pencar sekarang
Di ruang tengah lapangan
Mari ria lagi
Tujuh belas tahun
kembali
Bersepeda sama-sama
Kita jalani ini jalan
Ria bahagia
Tak acuh tak apa-apa
Gembira riang
biar hujan datang
Kita mandi basahkan
diri
Tahu pasti sebentar
kering lagi.
C. PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah
satu menifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalm bentuk
komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat di pisahkan dari
kehidupan manusia, Hal ini karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti nilai dan
makna kehidupan yang sebenarnya.
Tuhan adalah
pencipta,tetpi tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala
perintahnya, karena itu jelaslah bagi
kita semua bahwa pemujaan kepada tuhan adalah bagian hidup manusia karena tuhan
pencipta semeesta termaasuk manusia itu sendiri dan penciptaan semesta untuk
manusia.
D. BELAS
KASIHAN
Dalam surat Yohanes di
jelaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah cinta manusia kepda tuhan,
Cinta philia ialah cinta ibu bapaknya (orang tua) dan saudara dan ke tiga cinta
Amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita.
Selain itu masih ada
cinta lagi yaitu cinta terhadap sesame.Cinta terhadap sesame merupakan
perpaduan antara cinta agape dan cinta philia
Cinta sesama ini
diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada oarng
tua,pria-wanita, cinta kepada ALLAH.
Perbuatan atau sifat
belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk
berbelas kasihan.
·
Cara –cara menumpahkan belas kasihan
Dalam kehidupan banyak
sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas kasihan,
yang perlu kita kasihani antara lain: yatim piatu,prang-orang jompo yang tidak
mempunyai ahli waris,pengemis yang benar-benar tidak mampu bekerja,orang
sakit,orang cacat,masyarakat kita yang hidup manderita dan sebagainya.
Orang-orang itu umumnya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit tangan
yang menaruh belas kasihan.
Berbagai macam orang
memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi.Ada yang
memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian,maanan
dan sebagainya.
E. CINTA
KASIH EROTIS
Cinta kasih kasaudaraan
merupakan cinta kasih antar orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan
cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa
daya.
Pertama-tama cinta kasih
erotis kerap kali di campur dengan pengalaman yang berupa eksplosif berupa
jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat
di antara dua orang yang asing satu sama lain.
Dalam cinta kasih erotis
terdapat ekslisif yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta
kasih keibuan. Ciri-ciri ekslusif dalam cinta kasih erotis ini perlu di bicarakan
lebih lanjut. Kerap kali ekslusivitas dalam cinta kasih erotis disalah
tafsirkan dan di artikan sebagai suatu ikatan hak milik.
Dengan demikian maka baik
pandangan cinta kasih erotis merupakan antraksi individual belaka maupun
pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan
kemauan,kedua-duanya benar, atau lebih tepat jika di katakana bahwa tidak
terdapat pada yang satu,juga tidak pada orang lain.Oleh karena itu,gagasan
bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak
bersukses didalamya,merupakan gagasan yang sama sekali keliru dengan gagasan
bahwa hubungan semacam itu di dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh di
putuskan.
BAB VI
MANUSIA DAN
KEINDAHAN
A. PENGERTIAN
KEINDAHAN
Keindahan, sering
diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata
indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan
identik dengan kebenaran. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang
indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak
mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah. Keindahan atau
keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau
gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau
kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai
keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan
dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya.
Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau
memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu,
untuk kesempurnaannya.
Dalam bahasa Latin,
keindahan diterjemahkan dari kata “bellum” Akar katanya adalah “benum” yang
berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata “beautiful”,
Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol ”beloo”. Kata benda Yunani klasik
untuk “keindahan ” adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk “indah” itu
καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios, kata
sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti “jam.” Dalam bahasa
Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan “berada di jam (waktu) yang
sepatutnya.”
B. MEMBEDAKAN
KEINDAHAN SEBAGAI KUALITAS ABSTRAK DAN SEBAGAI SUATU BENDA
Keindahan itu suatu
konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu
baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu
karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan
dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan berkomunikasi menurut
cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan
sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa
Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful”
(benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini
kadang-kaang dicampuradukkan saja.
C. PENGERTIAN
KEINDAHAN SELUAS-LUASNYA
Keindahan atau keelokan
merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang
memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak
dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian
dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan
yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang
dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
D. PENGERTIAN
NILAI ESTETIK
Keindahan dalam arti
estetik murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya
dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas
lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan
penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna. Dalam rangka teori
umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan
dianggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral, nilai
ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segaa
sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
E. MEMBEDAKANPENGERTIAN
NILAI INTRNSIK DAN NILAI EKSTRINSIK
Nilai ekstrinsik adalah
sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya
(instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau
membantu.
Nilai instrinsik adalah
sifat baik dari benda yang bersangkutan, atu sebagai sesuatu tujuan, atau demi
kepentingan benda itu sendiri.
F. MEMBEDAKAN
KONTEMPLASI DAN EKSTANSI
Kontemplasi adalah dasar
dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu
proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari
nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
Ekstansi adalah dasar
dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang
indah.
Apabila kontemplasi dan
ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor
pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor
pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat
kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan
terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.
G. TEORI-TEORI
RENUNGAN
Renungan berasal dari
kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu
dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk
menciptakan seni ada beberapa teori antara lain: teori pengungkapan, teori metafisik
dan teori psikologis.
v Teori
Pengungkapan.
Dalil teori ini ialah
bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu
pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa
yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori
ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952)
Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan)
expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan
intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang
menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu
berwujud pelbagai gambaran angan-angan seperti misalnya images warna, garis dan
kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa
perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar.
v Teori
Metafisik
Teori seni yang bercotak
metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari
Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi
keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori
peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan
adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Paa taraf yang
lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan
mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan
mimemis (tiruan) dari ralita duniawi.
v Teori
Psikologis
Para ahli estetik dalam abad
modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam
pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya
berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah
pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya
seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari
keinginan-keinginan itu.
H. TEORI-TEORI
KESERASIAN
Keserasian yaitu
perpaduan antara dua objek entah itu benda ataupun makhluk hidup yang berbeda
namun berjalan dan bergerak ataupun terlihat sangat indah sehingga banyak mata
yang ingin melihat,karena perbedaan nya yang mebuat objek tersebut menjadi
Indah.Apabila di pisahkan maka tidak akan terlihat indah. Keserasian sendiri
berasal dari kata cocok,dan sesuai benar.Keserasian erat sangkut pautnya dengan
perpaduan.keserasian mempunya 2 teori yaitu:
v Teori
Objectif dan Subjectif
Teori Objectif
berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah
sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan,
terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendukung teori objectif adalah Plato,
Hegel. Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan
suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang
mengamati suatu benda. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry.
v Teori
Perimbangan
Dalam arti yang terbatas
yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan
hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan
sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup,
penggembaraan, dan pelimpahan. Teori pengimbangan tentang keindahan dari bangsa
Yunanai Kuno dulu dipahami dalam arti terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan
dengan angka-angka.
BAB VIII
MANUSIA DAN
PENDERITAAN
A. KEKALUTAN
MENTAL
Kekalutan mental
merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacauan dan
kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat mendapat
kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan mental
dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang tersebut. Dengan mental yang
jatuh tersebut tak jarang membuat orang yang mengalami kejatuhan mental menjadi
tak waras lagi atau gila. Karena itu orang yang mengalami kejatuhan atau
kekalutan mental seharusnya mendapat dukungan moril dari orang-orang dekat di
sekitarnya seperti orangtua, keluarga atau bahkan teman-teman dekat atau
teman-teman pergaulannya. Hal tersebut dibutuhkan agar orang tersebut mendapat
semangat lagi dalam hidup.
B. GEJALA-GEJALA
SESEORANG MENGALAMI KEKALUTAN MENTAL
ü Nampak
pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada
lambung.
ü Nampak
pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu,
mudah marah.
ü Selalu
iri hati dan curiga, ada kalanya dihinggapi khayalan, dikejar-kejar sehingga
dia menjadi sangat agresif, berusaha melakukan pengrusakan atau melakukan detruksi
diri dan bunuh diri.
ü Komunikasi
sosial putus dan ada yang disorientasi sosial.
ü Kepribadian
yang lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang bersangkutan
merasa rendah diri (orang-orang melankolis)
ü Terjadinya
konflik sosial – budaya akibat dari adanya norma yang berbeda antara dirinya
dengan lingkungan masyarakat.
C. TAHAP-TAHAP
GANNGGUAN JIWA
ü Gangguan
kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun
rohaninya.
ü Usaha
mempertahankan diri dengan cam negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara
benahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gantran kejiwaan bila
menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak
menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dan persoalan, tetapi melawan
atau memecahkan persoalan.
ü Kekalutan
merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami
gangguan
ü Krisis
ekonomi yang berkepanjangan telah menyebabkan meningkatnya jumlah penderita
penyakit jiwa, terutama gangguan kecemasan.
ü Dipicu
oleh faktor psychoeducational. Faktor ini terjadi karena adanya kesalahan dalam
proses pendidikan anak sejak kecil, mekanisme diri dalam memecahkan masalah.
Konflik-konflik di masa kecil yang tidak terselesaikan, perkembangan yang
terhambat serta tiap fase perkembangan yang tidak mampu dicapai secara optimal
dapat memicu gangguan jiwa yang lebih parah.
ü Faktor
sosial atau lingkungan juga dapat berperan bagi timbulnya gangguan jiwa,
misalnya budaya, kepadatan populasi hingga peperangan. Jika lingkungan sosial
baik, sehat tidak mendukung untuk mengalami gangguan jiwa maka seorang anak
tidak akan terkena gangguan jiwa. Demikian pula sebaliknya. Gangguan jiwa tidak
dapat menular, tetapi mempunyai kemungkinan dapat menurun dari orang tuanya.
Namun hal ini tidak berlaku secara absolut.
D. SEBAB-SEBAB
SESEORANG MENGALAMI KEKALUTAN MENTAL
ü Kepribadian
yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
ü Terjadinya
konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan
dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
ü Cara
pematangan bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap
kehidupan sosial; overacting sebagai overkompensasi dan tampak emosional.
E. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap manusia pasti
mengalami penderitaan, baik secara berat ataupun ringan. Penderitaan adalah
bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada
manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal
mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah
makhluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang
mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi
penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati
penderitaan.
Penderitaan dikatakan
sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa
manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita.
Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai
rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi
kesulitan hidupnya. Allah berfirman dalam surat Arra’du ayat 11, bahwa Tuhan
tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang berusaha
merubahnya.
Pembebasan dari
penderitaaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah
berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar,
dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan
malapetaka. Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan namun yang Tuhanlah
yang yang menentukan hasilnya.
F. PENDERITAAN,
MEDIA MASSA, DAN SENIMAN
Berita mengenai
penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat
radio, dengan maksud agar semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh
penderitaan manusia. Dengan demikian dapat mengunggah hati manusia untuk
berbuat sesuatu.
Media massa adalah alat yang paling tepat
untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat
kepada asyarakat luas. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk
menentukan sikap anatara sesama manusia, terutama bagi mereka yang simpati.
Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui
karya seni, sehingga para pembaca dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari
karya tersebut.
G. SEBAB-SEBAB
PENDERITAAN
Apabila kita kelompokkan
secara sederhana berdasarkan sebab – sebab timbulnya penderitaan, maka
penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut:
ü Penderitaan
yang timbul karena perbuatan buruk manusia
ü Penderitaan
yang menimpa manusia karena memperlakukan sesama tidak secara kemanusiaan yang
menjadikan sebuah kejahatan seperti memperlakukan pembantu sewenang-wenangya
itu yang menyebakan penderitaan bagi si korban dan sudah selayak mendapat
hukuman seberat-beratnya
H. PENGARUH
JIKA SESEORANG MENGALAMI PENDERITAAN
Orang yang mengalami
penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam
dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif.
Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus
asa, ingin bunuh diri. Sikap ini di ungkapkan dalam pribahasa “Sesal dahulu
pendapatan, sesal kemudian tak berguna”, “Nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutan
dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak
mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap
untuk merubah keadaan awal dengan memperbaiki kesalahan agar tidak terjadi
padanya yang kedua kali dengan memahami bahwa dampak kediri kita tidak lah
baik.
Apabila sikap negatif dan
sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca,
penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya.
Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengdakan perubahan nilai – nilai
kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah
tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan
yang berupa hambatan harus disingkirkan.
BAB IX
MANUSIA DAN
KEADILAN
A. PENGERTIAN
KEADILAN
Pengertian Keadilan adalah hal-hal yang
berkenaan pada sikap dan tindakan dalam hubungan antar manusia yang berisi
sebuah tuntutan agar sesamanya dapat memperlakukan sesuai hak dan kewajibannya.
Dalam bahasa inggris keadilan adalah justice. Makna justice terbagi atas dua
yaitu makna justice secara atribut dan makna justice secara tindakan. Makna
justice secara atribut adalah suatu kuasalitas yang fair atau adil. Sedangkan
makna justice secara tindakan adalah tindakan menjalankan dan menentukan hak
atau hukuman.
Keadilan berasal dari istilah adil yang
berasal dari bahasa Arab. Kata adil berarti tengah, adapun pengertian adil
adalah memberikan apa saja sesuai dengan haknya. Keadilan berarti tidak berat
sebelah, menempatkan sesuatu ditengah-tengah, tidak memihak, berpihak kepada
yang benar, tidak sewenang-wenang. Keadilan juga memiliki pengertian lain yaitu
suatu keadaan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara memperoleh
apa yang menjadi haknya sehingga dapat melaksanakan kewajibannya. Sedangkan Pengertian
Keadilan Menurut Kamus Bahasa Indonesia (KBBI) adalah suatu hal yang tidak
berat sebelah atau tidak memihak serta tidak sewenang-wenang. Menurut kamus
besar bahasa indonesia (KBBI) kata adil berasal dari kata adil, adil mempunyai
arti yaitu kejujuran, kelurusan, dan keikhlasan yang tidak berat sebelah.
Pengertian Keadilan Menurut Definisi Para
Ahli - Pengertian keadilan menurut Aristoteles yang mengatakan bahwa keadilan
adalah tindakan yang terletak diantara memberikan terlalu banyak dan sedikit
yang dapat diartikan memberikan sesuatu kepada setiap orang sesuai dengan apa
yang menjadi haknya. Pengertian keadilan menurut Frans Magnis Suseno yang
mengatakan pendapatnya tentang pengertian keadilan adalah keadaan antarmanusia
yang diperlakukan dengan sama sesuai dengan hak dan kewajibannya masing-masing.
Pengertian keadilan menurut Notonegoro yang berpendapat bahwa keadilan adalah
suatu keadaan dikatakan adil jika sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Pengertian keadilan menurut Thomas Hubbes yang mengatakan bahwa pengertian
keadilan adalah sesuatu perbuatan dikatakan adil apabila telah didasarkan pada
perjanjian yang telah disepakati. Pengertian keadilan menurut Plato yang
menyatakan bahwa pengertian keadilan adalah diluar kemampuan manusia biasa
dimana keadilan hanya dapat ada di dalam hukum dan perundang-undangan yang
dibuat oleh para ahli yang khususnya memikirkan hal itu. Pengertian keadilan
menurut W.J.S Poerwadarminto yang mengatakan bahwa pengertian keadilan adalah
tidak berat sebelah, sepatutnya tidak sewenang-wenang. Pengertian keadilan
menurut definisi Imam Al-Khasim adalah mengambil hak dari orang yang wajib
memberikannya dan memberikannya kepada orang yang berhak menerimanya.
B. MAKNA
KEADILAN
Keadilan berasal dari bahasa
Arab adil yang artinya tengah. Keadilan berarti menempatkan sesuatu di
tengah-tengah, tidak berat sebelah atau dengan kata lain keadilan berarti
menempatkan sesuatu pada tempatnya. Berikut ini beberapa pendapat pengertian
mengenai keadilan.
ü Makna
Keadilan menurut para ahli:
Menurut W.J.S.
Poerdaminto; keadilan berarti tidak berat sebelah, sepatutunya, tidak
sewenang-wenang. Jadi, dalam pengertian adil termasuk di dalamnya tidak
terdapat kesewenang-wenangan. Orang yang bertindak sewenang-wenang berarti
bertindak tidak adil.
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI); keadilan berarti (sifat perbuatan, perlakuan) yang
adil. Keadilan berarti perilaku atau perbuatan yang dalam pelaksanaannya
memberikan kepada pihak lain sesuatu yang semestinya harus diterima oleh pihak
lain.
Menurut Frans Magnis
Suseno dalam bukunya Etika Politik menyatakan bahwa keadilan sebagai suatu
keadaan di mana orang dalam situasi yang sama diperlakukan secara sama.
C. CONTOH-CONTOH
KEADILAN
Keadilan Komutatif
Contoh:Seorang ibu
memberikan hadiah yang sama kepada anak-anaknya tanpa memandang apa yang telah
dilakukan anak-anaknya pada sang ibu.
Keadilan
Distributif
Contoh:Seorang ibu
memberikan hadiah yang sama kepada anak-anaknya tanpa memandang apa yang telah
dilakukan anak-anaknya pada sang ibu.
Keadilan
Legal/moral
Contoh:Seorang pemimpin
perusahaan memilih si A sebagai seorang manajer keuangan karena dianggap mampu
mengelola keuangan,sementara memilih si B sebagai public relation karena
dianggap memiliki kecakapan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.
D. PENGERTIAN
KEADILAN SOSIAL (dalam sila ke 5 Pancasila)
Masyarakat yang tertata baik dalam
keharmonisan dan keadilan merupakan cita-cita semua bangsa. Semua orang dalam
satu negara selalu menginginkan hidup dalam keadilan dan persamaan hak dengan
berpedoman pada peri kemanusiaan. Dengan demikian segala aspek yang melingkupi
hidup masyarakat sudah tentu harus ditata seadil mungkin. Undang-undang yang
adalah sarana penataan semua warga negara Indonesia, dengan demikian haruslah
disusun sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi norma keadilan. Termasuk dalam
hal ini pelaksanaan hidup bernegara bagi para pemimpin bangsa. Menarik sekali
bahwa konsep keadilan sosial telah menjadi salah satu pemikiran filosofis
presiden Soekarno. Hal ini ditegaskan dalam sebuah pidato kuliah umum tentang
Pancasila”, yang diselenggarakan “Liga Pancasila” di istana negara. Adapun
menurut Soekarno arti dari kata keadilan sosial itu ialah:
“Keadilan sosial ialah suatu masyarakat atau
sifat suatu masyarakat adil dan makmur, berbahagia buat semua orang, tidak ada
penghinaan, tidak ada penindasan, tidak ada penindasan, tidak ada penghisapan.
Tidak ada sebagai yang saya katakan di dalam kuliah umum beberapa bulan yang
lalu exploitation de l’homme par l’homme.”
Pemikiran Bung Karno tentang keadilan sosial ini sungguh jelas, tepat,
sistematis dan tegas. Tampak sekali bahwa Seoekarno sangat memprioritaskan
nilai keadilan dan menjunjung tinggi nilai hak-hak asasi manusia dalam konsep
hidup berbangsa dan bernegara. Sudah tentu, lahirnya gagasan tentang definisi
keadilan sosial ini merupakan hasil refleksi Soekarno tentang masa gelap
sejarah bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia telah mengalami penderitaan,
penindasan, penghinaan dan penghisapan oleh penjajahan Belanda dan Jepang.
Pernyataan teks di atas membuktikan bahwa Soekarno ingin mencanangkan keadilan
sosial sebagai warisan dan etika bangsa Indonesia yang harus diraih. Upaya agar
keadilan sosial dapat terwujud, maka keadilan sosial itu harus dimulai dari
hidup bermasyarakat. Soekarno menyadari bahwa negara Indonesia yang terdiri
dari berbagai macam suku bangsa akan mencapai keadilan sosial asalkan rakyat
Indonesia telah dipersatukan menjadi satu bangsa, yakni bangsa Indonesia.
E. MACAM-MACAM
KEADILAN
§ Menurut
Aristoteles
§ Keadilan
Komulatif.
§ Keadilan
Distributif
§ Menurut
Plato
§ Keadilan
Komulatif
§ Keadilan
Distributif
§ Keadilan
Legal/moral
F. PENGERTIAN
KEJUJURAN
Jujur bermakna keselarasan antara berita
dengan kenyataan yang ada. Jadi, kalau suatu berita sesuai dengan keadaan yang
ada, maka dikatakan benar/jujur, tetapi kalau tidak, maka dikatakan dusta.
Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang
yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya.
Seorang yang berbuat riya’ tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena
dia telah menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dia sembunyikan (di
dalam batinnya). Demikian juga seorang munafik tidaklah dikatakan sebagai
seorang yang jujur karena dia menampakkan dirinya sebagai seorang yang
bertauhid, padahal sebaliknya. Hal yang sama berlaku juga pada pelaku bid’ah;
secara lahiriah tampak sebagai seorang pengikut Nabi, tetapi hakikatnya dia
menyelisihi beliau. Yang jelas, kejujuran merupakan sifat seorang yang beriman,
sedangkan lawannya, dusta, merupakan sifat orang yang munafik. Imam Ibnul
Qayyim berkata, Iman asasnya adalah kejujuran (kebenaran) dan nifaq asasnya
adalah kedustaan. Maka, tidak akan pernah bertemu antara kedustaan dan keimanan
melainkan akan saling bertentangan satu sama lain. Allah mengabarkan bahwa
tidak ada yang bermanfaat bagi seorang hamba dan yang mampu menyelamatkannya
dari azab, kecuali kejujurannya (kebenarannya). Allah berfirman, “Ini adalah
suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka.” (QS.
al-Maidah: 119) “Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan
membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. az-Zumar: 33)
G. HAKIKAT
KEJUJURAN
Hakikat kejujuran dalam
hal ini adalah hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada Allah. Ia akan
sampai kepada-Nya, sehingga balasannya akan didapatkan di dunia dan akhirat.
Allah telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat kebajikan, dan memuji
mereka atas apa yang telah diperbuat, baik berupa keimanan, sedekah ataupun
kesabaran. Bahwa mereka itu adalah orang-orang jujur dan benar. Allah
berfirman, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah,
hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta
yang dicintai kepada karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin,
musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan
(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan
orang-orang yang menepati janjinya apabila dia berjanji, dan orang-orang yang
sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah
orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”
(QS. al-Baqarah: 177)
H. PENGERTIAN
KECURANGAN
Menurut G. Jack Bologna, Robert J. Lindquist
dan Joseph T. Wells. Kecurangan adalah penipuan kriminal yang bermaksud memberi
manfaat keuangan kepada si penipu. Pengertian tersebut menjelaskan bahwa
kriminal bukan digunakan secara ketat dalam arti hukum. Kriminal berarti setiap
tindakan kesalahan yang serius yang dilakukan dengan maksud jahat. Dengan
demikian, meskipun seorang pelaku kecurangan dapat menghindari penuntutan
kriminal secara berhasil, tindakan kriminal mereka tetap dipertimbangkan.
Kecurangan adalah istilah umum, mencakup berbagai ragam alat yang kecerdikan
manusia dapat direncanakan, dilakukan oleh seseorang individual, untuk memperoleh
manfaat terhadap pihak lain dengan penyajian yang palsu. Tidak ada aturan yang
tetap dan tanpa kecuali dapat ditetapkan sebagai dalil umum dalam mendefinisi
kecurangan karena kecurangan mencakup kekagetan, akal muslihat, kelicikan dan
cara-cara yang tidak layak/wajar untuk menipu orang lain. Batasan satu-satunya
mendefinisikan kecurangan adalah apa yang membatasi sifat serakah manusia.
I. SEBAB-SEBAB
SEORANG MELAKUKAN CURANG
§ Aspek
ekonomi
§ Aspek
kebudayaan
§ Aspek
peradaban
§ Aspek
teknik
BAB X
MANUSIA DAN
KEADILAN
A. PERHITUNGAN
(HISAB) DAN PEMBALASAN
Perhitungan (Hisab)
menurut agama ialah perhitungan amal dan perbuatan manusia selama ia hidup, apa
yang ia kerjakan mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Amal perbuatan
atas perbuatannya akan di hisab atau dihitung dan dilakukan pembalasan sesuai dengan
apa yang telah ia kerjakan.
Sedangkan perhitungan
(Hisab) menurut hukum ialah perhitungan terhadap apa yang telah dilakukannya.
Perhitungannya tidak berdasarkan kemauan manusia namun perhitungannya sesuai
dengan peraturan yang berlaku di wilayah tersebut. Dan kepadanya dikenai
pembalasan berdasarkan apa yang telah dilakukan.
B. PENGERTIAN
PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik merupakan
tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap
orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi
teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak
ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku
atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah
tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan
itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi,
cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan
sebagainya.
C. HAKIKAT
NAMA BAIK
Pada hakikatnya pemulihan
nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang
diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak
yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf.
Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang
sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa
sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin,
takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi
luhur selalu dipupuk.
D. PENGERTIAN
PEMBALASAN
Pembalasan adalah suatu
reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan serupa,
perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Dalam Al-Qur’an terdapat
ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa
kepada Tuhan diberikan pembalasan, dan bagi yang mengingkari perintah Tuhan pun
diberikan pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka. Pembalasan
disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapatkan
pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan,
menimbulkan pembalasan yang tidak bersahabat pula.
E. SEBAB-SEBAB
PEMBALASAN
Pembalasan terjadi karena
adanya sesuatu kesalahpahaman atau tindakan yang seharusnya tidak dilakukan,
maka antara satu kubu dengan kubu yang lain menimbulkan rasa dendam yang sama
dengan perlakuan yang sejenis. Contoh cika mencuri uang adiknya, dan pada
akhirnya kecurangan cika terbongkar oleh adiknya, maka adiknya akan membalas
dengan balasan yang setimpal. Penyebab tejadinya pembalasan adalah karena
terjadinya tingkat rasa balas dendam karena sakit hati yang terlalu tinggi,
sehingga selalu teringat dan menyebabkan seseorang ingin melakukan pembalasan
F. CONTOH-CONTOH
SUATU PEMBALASAN
Dalam
suatu pekerjaan adanya rasa saling kecemburuan antar karyawan yang dimana hal
itu secara tidak langsung mengambil objek yang di kerjakan, maka dari semua itu
akan timbul di dalam dirinya yang hanya mementingkan objek itu sendiri, artinya
suatu pembalasan terjadi karena adanya seorang yang memulai secara curang/licik,
maka pihak yang bersangkutan akan memulai pembalasannya dari apa yang sudah di
ambil.
Sumber:
http://adeunderscore.blogspot.com/2013/07/rangkuman-ilmu-budaya-dasar-ibd-bab-1-11.html
https://rannykhoirunisa.wordpress.com/2014/11/13/bab-4-manusia-dan-cinta-kasih/
https://okhacool.wordpress.com/2009/01/17/3-macam-bentuk-bentuk-cinta/
http://imronjuliansyah16.blogspot.com/2015/03/perbedaan-antara-ilmu-sosial-dasar-dan.html
http://firmanfirdauss.blogspot.com/2015/03/manusia-dan-keindahan-tugas-ibd.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan
http://firmanfirdauss.blogspot.com/2015/03/manusia-dan-penderitaan-ibd.html
https://dewaruci2.wordpress.com/2011/06/29/contoh-contoh-penderitaan/
http://djuriatun.blogspot.com/2011/06/penyebab-seseorang-merasa-ketakutan.html
https://devilmavioso.wordpress.com/update-post/tulisan/manusia-dan-penderitaan/
https://rrachman.wordpress.com/2013/10/15/ibd-manusia-dan-penderitaan/
http://blackjackuniverse.blogspot.com/2012/04/pengertian-kekalutan-mental.html
http://rhezaguasterz.blogspot.com/
http://yustikasari17.blogspot.com/2015/04/tugas-ibd-manusia-dan-keadilan.html
https://viffanisa.wordpress.com/2012/12/02/macam-macam-keadilan-beserta-contohnya/
http://maryloarmanda.blogspot.com/2012/04/manusia-dan-keadilan-sebab-sebab-orang.html
http://syifanabella.blogspot.com/2013/11/perhitungan-hisab-dan-pembalasan.html
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.com/2012/11/manusia-dan-keadilan.html
http://sarahabibah.blogspot.com/2012/06/penyebab-dan-contoh-pembalasan.html
Adakah anda telah mencari bantuan kewangan segera? Anda memerlukan pinjaman segera untuk membayar hutang dan bil yang sedia ada? Sedang mencari perniagaan dari rumah dan pinjaman peribadi, sila hubungi kami sekarang dengan maklumat di bawah.
ReplyDeleteNama anda:
status:
kerja:
Jantina:
Nombor Telefon:
Jumlah pinjaman:
jangka masa:
Tujuan pinjaman?
Nota: Semua jawapan hendaklah hadapan Hubungi kami sekarang di: anitacharlesloancompany@gmail.com atau anitacharlesloancompany@mail.com Terima kasih kerana datang.