BAB 11
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A. PENGERTIAN
PANDANGAN HIDUP
Pandangan
Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani
dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu,
masyarakat, atau negara. Semua manusia pasti mempunyai suatu pandangan hidup
sendiri – sendiri dan kemungkinan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.
Tak sedikit pula orang yang mempunyai pandangan hidup yang sangat bertentangan
dengan pandangan hidup orang yang lainnya, itulah yang sering memicu perdebatan
diantara umat manusia dalam kehidupan sehari hari.
B. MACAM-MACAM
SUMBER PANDANGAN HIDUP
Pandangan
hidup banyak sekali macam dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat
diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri atas tiga macam.
·
Pandangan hidup yang berasal dari agama
yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
·
Pandangan hidup yang berupa ideologi yang
disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
·
Pandangan hidup hasil renungan yakni
pandangan hidup yang relative kebenarannya.
C. PENGERTIAN
IDEOLOGI
Ideologi
adalah ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Antoine Destutt
de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang
ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara
memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat
Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat
Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan
pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama di balik ideologi adalah untuk
menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem
pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada
masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara
implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak
diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit. (definisi ideologi
Marxisme).
D. MACAM-MACAM
IDEOLOGI YANG ADA
·
Konservatisme
Inti
pemikiran: memelihara kondisi yang ada, mempertahankan kestabilan, baik berupa
kestabilan yang dinamis maupun kestabilan yang statis. Tidak jarang pula bahwa
pola pemikiran ini dilandasi oleh kenangan manis mengenai kondisi kini dan masa
lampau.
·
Anarkisme
Inti
pemikiran: Menciptakan masyarakat tanpa hirarkis.
·
Komunisme
Inti
pemikiran: Perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas di masyrakat.
·
Marxisme
Inti
pemikiran: Teori nilai tenaga kerja.
·
Feminisme
Inti
pemikiran: Emansipasi Wanita
·
Fasisme
Inti
pemikiran: Negara di perlukan untuk mengatur masyarakat.
·
Demokrasi
Inti
pemikiran: Kedaulatan di tangan rakyat.
·
Liberalisme
Inti
pemikiran: Kebebasan individu
E. PENGERTIAN
CITA-CITA
Menurut
kamus besar bahasa Indonesia, cita-cita adalah keinginan atau kehendak yang
selalu ada di dalam pikiran atau sebuah tujuan sempurna (yang akan dicapai atau
dilaksanakan) dimana untuk mewujudkannya, kepentingan pribadi harus
dikesampingkan.
Banyak
orang yang mengganggap mimpi atau impian itu sama dengan khayalan atau
angan-angan tetapi sebenarnya serupa tapi tak sama. Mimpi atau impian itu lebih
ke arah sesuatu yang dapat digapai sedangkan khayalan atau lamunan itu lebih ke
arah keinginan yang tidak dapat direalisasikan.
Dari
kecil kita pasti dinasehati oleh orangtua, guru ataupun buku untuk
menggantungkan cita-cita setinggi langit. Semua itu memang benar karena dengan
adanya cita-cita atau impian dalam hidup kita akan membuat kita semangat dan
bekerja keras untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia.
Cita-cita
yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas,
inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung
tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk
menghayal yang tidak-tidak.
Hidup
akan berguna jika kita lebih banyak memberi dan sedikit menerima. Banyak
berbuat kebaikan dan melawan kejahatan jauh lebih membanggakan daripada hidup
jadi penjahat dan mengejar kenikmatan dunia / hedonisme. Manusia tidak akan
puas dengan harta, oleh karena itu hiduplah sederhana dan banyak memberi.
Dengan begitu kelak di akhirat kita bisa tersenyum bangga atas kemenangan kita
selama hidup di dunia.
F. CONTOH-CONTOH
CITA-CITA
Banyak
sekali cita-cita yang dimiliki dan tentu berbeda-beda oleh setiap orang. Bagi
semua anak-anak mungkin menjadi guru, pilot, dokter adalah cita-cita yang
paling banyak mereka sukai. Ada lagi menjadi atlet, missal menjadi pemain
sepakbola bagi kebanyakan anak laki-laki dan menjadi koki bagi kebanyakan anak
perempuan. Yang pasti cita-cita itu sangatlah banyak, dan bisa sama dan bisa
juga berbeda pada tiap-tiap manusia.
G. PENGERTIAN
KEBAJIKAN
Prinsip
bahwa kebajikan merupakan suatu pengetahuan adalah bahwa untuk mengatahui
kebaikan adalah dengan melakukan kebaikan. Kejahatan, kekeliruan atau semacanya
muncul karena kurangnya pengetahuan, ketidakacuhan, dan ketiadaan lainnya. Jika
mengetahui kebaikan adalah dengan melakukan kebaikan, maka kekeliruan hanya
datang dari kegagalan untuk mengetahui apa yang baik. “Tak ada orang yang
melakukan kejahatan secara sukarela”, kalau mengetahui kebaikan tentang sesuatu
(dalam hal apapun itu), seseorang tak mungkin bermaksud memilih kejahatan.
Seseorang
harus tahu sifat alamiah manusia, supaya mengerti apa yang baik bagi manusia
dan apa yang akan bisa membawa kebahagiaan, serta supaya mengerti bagaimana
hidup dan apa yang harus dikejar untuk diraih. tanpa memperhatikan ini, tak
akan pernah tahu apa yang baik bagi manusia dalam sebuah kehidupan, mengejar
demi mencapai sesuatu namun tak pernah mendapatkan kebahagiaan, kehidupan
seperti bisa dikatakan “kehidupan yang tak teruji, sedangkan kehidupan yang tak
teruji tidak layak disebut hidup” (Socrates : Seri Petualangan Filsafat).
H. MAKNA
DARI SUATU KEBAJIKAN
Kebajikan
atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan
moral, perbuatan yang sesuai dengan norma agama dan etika. Manusia berbuat baik
karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk yang bermoral dan beretika.
Atas dorongan suara hatinya cenderung manusia untuk berbuat kebaikan.
Manusia
merupakan makhluk sosial yang artinya: manusia yang hidup bermasyarakat,
manusia yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, manusia saling tolong
menolong dan saling menghargai sesama umat manusia. Sebaliknya pula manusia
saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
I. FAKTOR-FAKTOR
YANG MENENTUKAN TINGKAH LAKU SESEORANG
Ada
3 hal faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap manusia, yaitu:
·
Faktor pembawaan (heriditas) yang telah
ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
·
Faktor lingkungan dimana mereka tinggal dan
hidup dalam lingkungan yang baik maupun tidak baik.
·
Faktor pengalaman yang khas yang pernah
dialami sewaktu dia mulai hidup dan hingga sampai dewasa.
J. PENGERTIAN
USAHA ATAU PERJUANGAN
Usaha
atau perjuangan adalah bentuk kerja keras untuk mewujudkan tujuan atau
cita-cita. Tanpa adanya usaha, hidup manusia tak ada artinya. Manusia
diciptakan berakal dan berindra, di mana apa yang dititipkan-Nya harus
dipotensialkan sesuai kemampuannya.
Perjuangan
merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup dan kehidupan. Perjuangan merupakan
bentuk dari serangkaian upaya yang dilakukan. Ketika berupaya untuk meraih apa
yang kita inginkan, kita tentu membutuhkan serangkaian action, strategi dan
perilaku yang tepat. Pengulangan ketiganya secara terus menerus melalui
perbaikan dan pengembangan yang dibutuhkan sesungguhnya merupakan inti dari
perjuangan hidup.
Kedua
adalah perwujudan, yang mengartikan perlunya implementasi dan hasil nyata.
Ketika suatu tujuan telah ditetapkan dan ingin dicapai maka langkah berikutnya
harus disertai dengan implementasi. Disetiap proses perjuangan selalu
membutuhkan implementasi nyata. Hasil nyata akan terwujud apabila kita bisa
menjaga proses implementasi dengan baik dan benar. Hasil yang mampu dicapai
merupakan wujud dari sebuah perjuangan.
Perjuangan
tidak selalu identik dengan lamanya kita melakukan proses implementasi untuk
mewujudkan keinginan kita. Bisa jadi seseorang membutuhkan perjuangan yang
lebih singkat dengan sedikit sumber daya yang dibutuhkan, sedangkan individu
lainnya justru sebaliknya.Kesiapan, ketersediaan dan kualitas sumber daya,
strategi, situasi dan tingkat kesulitan yang dihadapi, serta dukungan dari
lingkungan eksternal amat menentukan seberapa besar dan lamanya sebuah
perjuangan harus dilakukan.
Ketiga
adalah kata-kata. Kata-kata adalah sesuatu yang kita ucapkan baik secara
internal maupun eksternal. Serangkaian kata-kata merupakan alat komunikasi.
Perjuangan membutuhkan kata-kata untuk mengkomunikasikan tujuan yang akan dan
telah dicapai. Kata-kata akan semakin memperjelas proses perjuangan yang sedang
dan telah dilakukan.
K. PENGERTIAN
KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN
Keyakinan
adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan
menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan
suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar — atau, keyakinan
semata bukanlah jaminan kebenaran. Contoh: Pada suatu masa, manusia pernah
meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa
keyakinan itu keliru.
Kepercayaan
adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis
benar.
L. ALIRAN-ALIRAN
DALAM FILSAFAT
·
Idealisme
·
Materialisme
·
Eksistensialisme
·
Monisme
·
Dualisme
·
Pluralisme
M. LANGKAH-LANGKAH
PANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Adapun
langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yakni:
·
Mengenal
Mengenal
merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap
aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya
kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup,
maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada,
dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
·
Mengerti
Tahap
kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini
dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara
kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila
kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan
bemegara. Begitu juga bagai yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya
kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya
itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.
·
Menghayati
Langkah
selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup
itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan
benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
Menghayati
disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya,
yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup
itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini,
menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada
orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan
hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati
pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup
itu sendiri.
·
Meyakini
Setelah
mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau
dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka
hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini
ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga
dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
·
Mengabdi
Pengabdian
merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang
telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan perwujudan
manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu
sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di
alam akhirat.
BAB 12
MANUSIA & TANGGUNG JAWAB SERTA PENGABDIAN
A. PENGERTIAN
TANGGUNG JAWAB
Menurut
kamus umum Bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah, keadaan wajib menanggung
segala sesuatu, sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia
adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya
atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung
jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja
maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan
kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah
menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan
tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain
yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawabitu dapat
dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi yang berbuat dan dari sisi yang
kepentingan pihak lain.
B. MAKNA
DARI SUATU TANGGUNG JAWAB
Sebagai
manusia yang mempunyai nilai dan harga diri (ciri-ciri manusia modern)
seseorang dituntut untuk memiliki rasa tanggungjawab akan apa yang telah
dilakukannya. Walaupun seseorang itu berada dalam masyarakat tradisional
(Gemeinschaft) dia dituntut untuk memiliki sebentuk tanggung jawab seperti
seorang kepala suku yang diharuskan untuk mengorganisir perluasan wilayah untuk
perburuan, mengkoordinasi warga dalam menghadapi kelompok lain, memimpin
perburuan dan sebagai ketua peradilan untuk menyelesaikan konflik antar
warganya menurut adat dan norma-norma kesukuannya.
C. MACAM-MACAM
TANGGUNG JAWAB
·
Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri
Tanggung
jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi
kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Dengan demikian bisa memeyahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya
sendiri menurut sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia
juga pribadi.
·
Tanggung Jawab terhadap Keluarga
Keluarga
merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, isteri, ayah, ibu anak-anak,
dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib
bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik
keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan
kehidupan.
·
Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
Pada
hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan
kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia
harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia
disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab
seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam
masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya
harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
·
Tanggung Jawab terhadap Bangsa dan Negara
Manusia
pasti hidup ditengah-tengah suatu Negara. Dan tentunya anggota masyarakatnya
mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat
melangsungkan hidupnya dalam Negara tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah
laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada bangsa dan negara.
·
Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Manusia
diciptakan oleh Tuhan pasti didasari dengan rasa tanggung jawab, dan manusia
dituntut untuk tahu mana yang benar dan mana yang salah atas perbuatannya.
Selain itu, manusia juga harus menjalani perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya.
D. CONTOH-CONTOH
DARI SETIAP JENIS TANGGUNG JAWAB
·
Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri
Apabila
kita berjanji kepada diri sendiri untuk merubah tingkah laku kita yang buruk,
kita harus menepati janji tersebut, karena dengan menepati janji tersebut
berarti kita bertanggung jawab terhadap diri sendiri.
·
Tanggung Jawab terhadap Keluarga
Sebagai
kepala keluarga, seorang ayah harus bertanggung jawab kepada keluarganya untuk
memberi nafkah. Selain itu seorang ayah juga harus bertanggung jawab untuk
membimbing keluarganya.
·
Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
Seorang
ketua RT/RW harus bertanggung jawab kepada warganya. Apabila terjadi
perselisihan antar-warga, harus cepat ditangani dan jangan lepas tangan atas
kejadian yang terjadi dalam masyarakat.
·
Tanggung Jawab terhadap Bangsa dan Negara
Sebagai
masyarakat Indonesia yang bertanggung jawab, kita seharusnya dapat membayar
pajak tepat waktu. Karena uang pajak juga untuk perkembangan pembangunan di
Indonesia, dan tentunya hasilnya pun untuk masyarakat Indonesia juga yang
menikmati.
·
Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Setiap
umat islam harus beranggung jawab dengan agamanya dengan menjalankan
perintah-peintah Allah SWT, seperti shalat 5 waktu, mengaji, berpuasa, dan
kegiatan agama lainnya.
E. PENGERTIAN
PENGABDIAN
Pengabdian
adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai
perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua
itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung
jawab, apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal
itu berarti mengabdi kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman
dalam kesulitan, mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya
bantuan saja Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya
seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati.
Pengabdian
dapat juga diartikan sebagai pilihan hidup seseorang apakah ingin mengabdi
kepada orangtua, kepada agama dan Tuhan ataupun kepada bangsa dan negara dimana
pengabdian akan mengandung unsur pengorbanan dan kewajiban untuk melakukannya
yang biasanya akan dihargai dan tergantung dari apa yang diabdikannya.
F. MACAM-MACAM
PENGABDIAN
·
Pengabdian kepada Tuhan
·
Pengabdian kepada keluarga
·
Pengabdian kepada Negara
·
Pengabdian kepada masyarakat
G. CONTOH-CONTOH
PENGABDIAN DALAM KEHIDUPAN
Pengabdian
seorang guru, yang tidak pernah lelah memberikan segala ilmu pengetahuannya
kepada murid yang dia ajar, dengan harapan kelak agar bisa menajdi seseorang
yang berguna bagi orang banyak dan memiliki ilmu pengetahuan.
Pengabdian
Angkatan bersenjata di indonesia baik itu Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun
jajaran kepolisian, Mereka mengabdikan diri kepada negara untuk melindungi
negara dan masyarakatnya dari seagala ancaman yang dapat merugikan dan
membahayakan bagi negara maupun
masyarakatnya.
H. PENGERTIAN
PENGORBANAN
Pengorbanan
berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga
pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian
pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak
mengandung pamrih suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang
tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian
tanpa pamrih dapat dirasakan bila kit membaca atau mendengarkan kotbah agama.
Pengorbanan
diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada
transaksi, kapan saja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada
perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu
misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian
selalu dituntut pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
I. MACAM-MACAM
PENGORBANAN
·
Pengorbanan harta benda
·
Pengorbanan pikiran
·
Pengorbanan perasaan
·
Pengorbanan tenaga
J. CONTOH-CONTOH
PENGORBANAN DALAM KEHIDUPAN
Contoh
yang paling sederhana dan paling sering kita rasakan adalah pengorbanan dari
kedua orang tua kita. Orang tua kita rela mengorbankan apapun untuk anaknya,
termasuk nyawa mereka sekalipun. Apapun yang mereka punya akan mereka berikan
asal itu bisa berguna bagi anaknya. Mereka bekerja banting tulang semata-mata
hanya untuk memenuhi kebutuhan anak – anaknya, agar anak – anaknya bisa
tersenyum dan bahagia. Rasa kasih sayang dan cinta yang mereka curahkan tak
pernah ada habisnya. Mereka melakukan semua itu agar anak nya tumbuh menjadi
putra putri yang bisa dibanggakan. Namun, kita sering lupa dan lalai akan
betapa besarnya pengorbanan kedua orang tua kita ini. Maka dari itu, sayangilah
orang tua kalian sebagaimana mereka menyayangi kita sejak kecil dan jangan
sekali-kali melupakan betapa besarnya pengorbanan mereka.
BAB 13
MANUSIA & KEGELISAHAN
A. PENGERTIAN
KEGELISAHAN
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa
khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal
yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa
kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam
kecemasan.
Kegelisahan
hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam
situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak.-gerik itu umumnya lain dari
biasanya, misalnya berjalan mundar-mandir dalam
ruang tertentu sambil menundukkan
kepala, memandang jauh ke depan
sambil mengepal-ngepalkan tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya,
duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara, dan lain-lain.
Kegelisahan
merupakan salah satu ekspresidari kecemasan.Karena itu dalam kehidupan
sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun
ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah
frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami
frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.
B. MACAM-MACAM
KECEMASAN YANG DIALAMI MANUSIA
Sigmund
Freud ahli psikoanalisa berpendapat,bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa
manusia yaitu
·
Kecemasan kenyataan (obyektit)
·
Kecemasan neorotik
·
Kecemasan moril
C. SEBAB-SEBAB
SESEORANG GELISAH
Apabila kita
kaji, sebab-sebab orang
gelisah adalah karena
pada hakekatnya orang takut
kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman
dari luar maupun dari
dalam.
D. CONTOH-CONTOH
KEGELISAHAN MANUSIA
Bila
ada suatu tanda bahaya (bahaya
banjir, gunung meletus, atau perampokan), orang tentu akan gelisah.
Hal itu disebabkan karena bahaya itu mengancam
akan hilangnya beberapa
hak orang sekaligus.
misalnya hak hidup,
hak milik, hak
memperoleh perlindungan,
hak kemerdekaan hid up, dan mungkin hak
nama baik.
E. USAHA-USAHA
MENGATASI KEGELISAHAN MANUSIA
Mengatasi kegelisahan
ini pertama-tama harus mulai
dari diri kna scndiri, yaitu
kita harus bersikap tenang.
Dengan sikap tenang
kita dapat berpikir
tenang, sehingga segala kesulitan dapat
kita atasi.
F. CONTOH-CONTOH
MENGATASI KEGELISAHAN MANUSIA
Dokter
yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa
tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila
menghadapi keluarganya yang
sakit, karena ia
merasa khawatir. Dalam
hal ini dokter itu harus
bersikap seperti menghadapi
pasien yang bukan
keluarganya.
Cara
lain yang mungkin juga baik untuk digunakan dalam mengatasi kegelisahan atau
kecemasan yaitu dengan memerlukan sedikit pemikiran; pertama-tarna, kita tanyakan kepada diri kita sendiri
(introspeksi). akibat yang paling buruk
yang bagaimanakah yang akan kita
tanggung atau yang akan terjadi, mengapa
hal itu terjadi, apa penyebabnya dan sebagainya.
Apabila kita dapat menganalisa akibat yang akan ditimbulkan olch kecernasan tersebut dan
bila kita tidak dapat mengatasinya,
kita dapat mempersiapkan diri
untuk menghadapinya,karena
tidak semua pengalaman
di dunia ini
menyenangkan. Yang kedua
kita bersedia menerima
akibatnya dengan rasa
tabah dan senang
hati niscaya kecemasan tersebut
akan sima dalam jiwa kita. Dan yang ketiga, dengan bersama-sama berjalannya waktu kita
dapat mencoba untuk
memperkecil dan mengurangi
keburukan-keburukan akibat timbulnya
kecernasan,dengan demikian kita
akan tidak merasakan lagi adanya
rasa kecemasan / kegelisahan
dalam jiwa.
Untuk
mengatasi kegelisahan yang paling ampuh
kita memasrahkan diri kepada
Tuhan.Kita pasrahkan nasib
kita sepenuhnya kepada-Nya,
kita harus percaya
bahwa Tuhanlah Maha Kuasa.
Maha Pengasih, Maha penyayang dan
Maha Pengampun.
G. PENGERTIAN
KETERASINGAN
Keterasingan
berasal dari kata terasing. dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal
orang. sehingga kata terasing
berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan
dari yang lain.
atau terpencil. Jadi kata keterasingan
berarti hal-hal yang berkenaan
dengan tersisihkan dari pergaulan,terpencil atau terpisah
dari yang lain.
Terasing
atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar
atau lama orang pemah
mengalami hidup dalarn
keterasingan, sudah tentu
dengan sebab dan
kadar yang berbeda satu
sarna lain.
Yang
menyebabkan orang berada dalam
keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima
atau tidak dapat dibenarkan oleh
masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang,
sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam
masyarakat.
H. PENGERTIAN
KESEPIAN
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi
atau lengang, sehingga kata kesepian
berarti merasa sunyi atau lengang. tidak
berteman. Setiap orang pemah
mengalami kesepian, karena kesepian
bagian hidup manusia,
lama rasa sepi itu
bergantung kepada mental
orang dan kasus penyebabnya.
I. SEBAB-SEBAB
SESEORANG MENGALAMI KESEPIAN
Bermacam-macam
penyebab terjadinya kespian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal seperti
itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam
keadaan sepi, tidak suka bergaul,
dan sebagainya. Ia lebih
senang hidup sendiri.
J. CONTOH-CONTOH
SESEORANG YANG DILANDA KESEPIAN
Pangeran Sidharta meninggalkan istana, tempat kemewahan,
keramaian dan ketidakpastian.
Karena frustasi menyaksikan kontradiksi
keadaan istana dengan keadaan
luar istana yang penuh penderitaan,
maka ia meninggalkan istana pergi ke tempat yang sepi, mencari
hakekat hidup.
Bila
kita perhatikan sepintas
lalu keterasingan dan
kesepian itu serupa
tetapi tidak sarna, namun
ada hubungannya. Beda antara keduanya hanya terletak pada sebab akibat.
Jadi
kesepian itu akibat dari
keterasingan. Keterasingan akibat sikap sombong. angkuh, kaku, keras kepala, sehingga dijauhi
ternan-ternan sepergaulan. Karena ternan-ternan menjauhi, maka orang yang
bersikap sombong itu hidup terasing. terpencil dari keramaian hidup sehingga
kesepian.
K. PENGERTIAN
KETIDAKPASTIAN
Ketidak
pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat
ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak
tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas,
keadaan tanpa asal-usul yangjelas. ltu
semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidakkonsentrasian
disebabkan oleh berbagai sebab, yang
jelas pikirannya kacau.
Ketidakpastian tentang
lulus atau tidak
dalam ujian sarjana yang sudah lama ditunggu-tunggu membuat
orang gelisah.lulus atau tidak
lulus ujian sarjana akan menentukan status atau karir seseorang dalam hidupnya. Ketidakpastian ini akan merugikan. karena
status dari karir itu terancam.Karena ketidakpastian itu status
yang telah ditetapkan oleh atasan menjadi hilang,
berhubung ada orang lain yang lebih dulu memenuhinya.
L. SEBAB-SEBAB
KETIDAKPASTIAN
Orang
yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi
mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia selalu menerima rangsang-rangsang
lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsang-rangsang barn.
Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar.
Mereka menampakkan tanda-tandaobsesi, phobia, delusi, gerakan-gerakan
gemetar,kehilangan pengertian,kehilangan kemampuan untuk menangkap sesuatu.
Beberapa
sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah :
·
Obsesi
·
Phobia
·
Kompulasi
·
Histeria
·
Delusi
·
Halusinasi
·
Keadaan Emosi
BAB 14
MANUSIA &
HARAPAN
A.
PENGERTIAN HARAPAN
Setiap manusia mempunyai
harapan yang berbeda-beda. Manusia tanpa adanya harapan berarti manusia itu
mati dalam hidup. Orang yang meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya
berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan,
pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau
tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu
sendiri. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu
terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan
demikian harapan menyangkut masa depan kita.
B.
PERSAMAAN HARAPAN DAN CITA-CITA
Harapan hampir mirip
dengan cita-cita, hanya saja biasanya cita-cita itu adalah sesuatu yang diinginkan
setinggi-tingginya, sedangkan harapan itu tidak terlalu muluk. Meskipun
demikian, harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu:
·
Keduanya menyangkut masa depan karena
belum terwujud.
·
Pada umumnya baik cita-cita maupun harapan
adalah menginginkan hal yang lebih baik atau lebih meningkat.
C.
CONTOH HARAPAN
·
Seorang siswa yang ingin mengikuti ujian
nasional berharap akan mendapatkan nilai Ujian dengan nilai yang baik
·
Seorang bisnisman yang berharap
memenangkan tander bagi perusahaannya
·
Seorang ibu yang berharap anaknya menjadi
anak yang sukses dan berguna bagi lingkungan dan bangsanya
·
Seorang mahasiswa yang berharap
mendapatkan nilai IPK yang tinggi
D.
PENGERTIAN DOA
Menurut bahasa do'a
berasal dari kata "da'a" artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah
syara' do'a berarti "Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas
atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan.1
Adapun lafadz do'a yang
ada dalam al Qur'an bisa bermakna sebagai berikut:
·
Ibadah, seperti firman Allah: Dan
janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak memberi
madharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat demikian make, kamu
termasuk orang-orang yang zhalim. (Yunus: 106).
·
Perkataan atau Keluhan. Seperti pada
firman Allah: Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga kami jadikan
mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (Al-Anbiya:
15).
·
Panggilan atau seruan. Allah berfirman: Maka
kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar,
dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu
berpaling ke belakang. (Ar-Rum: 52)
·
Meminta pertolongan. Allah berfirman: Dan
jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang at Qur'an yang Kami wahyukan kepada
hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat yang semisal at Qur'an itu dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (Al-Baqarah:
23).
·
Permohonan. Seperti firman Allah: Dan
orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjagapenjaga jahannam:
"Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang
sehari." (Al-Mukmin: 49).
E.
MACAM-MACAM DOA
Syeikh Abdurrahman bin
Sa'diy berkata: "Setiap perintah di dalam al Qur'an dan larangan berdo'a
kepada selain Allah, meliputi do'a masalah (permintaan) dan do'a ibadah.".
Adapun perbedaan antara
kedua macam do'a tersebut adalah:
Do'a masalah (permintaan)
adalah: Meminta untuk diberikan manfaat dan dicegah dari kemudharatan, atau
sesuatu yang sifatnya permintaan. Dan ini dibagi menjadi tiga:
Permintaan yang ditujukan
kepada Allah semata dan ini (termasuk tauhid dan berpahala.)
Permintaan yang ditujukan
kepada selain Allah, padahal dia tidak mampu memenuhi dan memberikan
permintaannya. Seperti meminta kepada kuburan, pohon-pohon besar atau
tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk syirik dan dosa besar.
Permintaan yang ditujukan
kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa dipenuhi dan bisa dilakukan, seperti
meminta prang lain, yang masih hidup untuk memindahkan atau membawakan
barangnya dan ini hukumnya boleh.
Do'a Ibadah maksudnya
Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan kepada Allah balk lahiriah
maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua bentuk ibadah misalnya shalat,
puasa, Haji dan sebagainya, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan ridha
Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.
F.
CONTOH DOA
Ya Allah cukupilah aku
dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram perkayalah
aku dengan karuniamu(supaya aku tidak meminta)kepada selain-Mu
(HR:At-Tirmidzi).
G.
PENGERTIAN KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari
kata percaya artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah
hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dasar
kepercayaan itu adalah kebenaran. Kebenaran atau benar amat penting bagi
manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi
hidupnya. Ia merupakan focus dari segala pikiran, sikap dan perasaan. Dalam
tingkah laku, perbuatan manusia selalu hati hati agar mereka tidak menyimpang
dari kebenaran. Manusia sadar bahwa ketidak benaran dalam bertindak, berucap
dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya.
H.
TEORI-TEORI KEBENARAN
·
Teori Koherensi atau konsistensi
Suatu pernyataan diaggap
benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan –
pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
·
Teori Korespondensi
Suatu teori yang
menjalankan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung
pernyataan itu berkorenponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh
pernyataan tersebut.
·
Teori Pragmatis
Kebenanran suatu
pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat
fungsional dalam kehidupan praktis.
I.
USAHA-USAHA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN
RASA PERCAYA KEPADA TUHAN
·
Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan
meningkatkan ibadah.
·
Meningkatkan pengabdian kita kepada
masyarakat.
·
Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama
manusia dengan jalan suka menolong, dennawan, dan sebagainya.
·
Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang
berlebihan.
·
Menekan perasaan negatif seperti iri,
dengki, fitnah, dan sebagainya.
Sumber;
BAB
XI;
http://dhonaputrihutami.blogspot.com/2015/01/ilmu-budaya-dasar-bab-8-bab-11.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi
http://blowoutcrew.blogspot.com/2009/04/macam-macam-ideologi-di-dunia.html
http://bendhova25.blogspot.com/2013/01/makna-kebajikan-manusia-dan-pandangan.html
BAB
XII;
https://arighudul.wordpress.com/2013/05/14/manusia-dan-tanggung-jawab-serta-pengabdian/
http://lyan-sahabatpena.blogspot.com/2015/04/macam-macam-pengabdian-serta-contohnya.html
http://rachmat-ali.blogspot.com/2015/03/pengertian-macam-macam-dan-contoh.html
BAB
XIII;
https://sanusiadam79.wordpress.com/2013/05/09/manusia-dan-kegelisahan/
BAB
XIV;
http://rachmasyahputrisiregar.blogspot.com/2015/01/artikel-manusia-dan-harapan.html
http://triicecsfabregas.blogspot.com/2012/01/manusia-dan-harapan.html
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.com/2012/11/manusia-dan-harapan.html
http://sanwanidjoyo.blogspot.com/2012/06/pengertian-harapan-dan-contohnya.html
No comments:
Post a Comment